Alasan Polres Metro Jakarta Selatan Tetapkan 17 Tersangka Tawuran Pasar Manggis

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan menetapkan 17 tersangka terkait tawuran antar kelompok pemuda di Rukun Warga 11 dan RW02 Pasar Manggis, Setiabudi.

    Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Azis Adrianysah menyebutkan dari 17 tersangka, empat orang di antaranya masih belum ditemukan dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

    "Dari 15 orang tersebut, 13 orang ditetapkan jadi tersangka, dua orang masih dalam pendalaman. Kemudian ada empat tersangka lain sedang proses pengejaran, dan sudah ditetapkan jadi DPO" kata Kombes Pol Azis Adriansyah di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021.

    Azis mengatakan para tersangka merupakan warga setempat. Kendati demikian, tawuran tidak berkaitan dengan konflik antarwilayah setempat.

    ADVERTISEMENT

    "Di lokasi kami mengamankan 15 orang pemuda. Memang orang tersebut tinggal di daerah itu tapi kejadian ini bukan mengatasnamakan daerah tersebut", ujar dia.

    Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa penyidik juga menyita beberapa barang bukti yang diduga digunakan tersangka saat kejadian.

    "Kami menyita senjata tajam, molotov, pecahan botol dan beberapa batu. Ini semua ditemukan di lokasi sesaat setelah kejadian," kata Azis.

    Azis juga berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dan situasi di lokasi terkendali. Dia menegaskan akan menindak kelompok-kelompok yang memanaskan situasi.

    Dalam kesempatan yang sama Kapolsek Metro Setiabudi Komisaris Polisi Rinaldo Aser mengatakan kondisi di lokasi kejadian telah kondusif.

    "Semalam telah terjadi kesepakatan antara tokoh dari dua RW untu saling menjaga keamanan di lingkungan kejadian," tutur Rinaldo Aser.

    Atas tindakan itu para tersangka disangkakan dengan Pasal 170 tentang pengeroyokan, Pasal 406 pengerusakan, dan Pasal 38 KUHP terkait tawuran.

    Baca juga : Polisi Kembali Bongkar Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata
    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.