Wagub DKI Sebut Vaksinasi Covid-19 Jadi Game Changer Ekonomi Negeri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat malam, 11 Juni 2021. TEMPO/Lani Diana

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat malam, 11 Juni 2021. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan kemunculan vaksinasi Covid-19 di tengah pandemi ini menjadi penting. Menurut dia, vaksin bakal membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga roda ekonomi di Ibu Kota bisa kembali berputar.

    "Kehadiran vaksin Covid-19 diharapkan menjadi pengubah arah permainan alias game changer yang mampu mengangkat keterpurukan ekonomi nasional yang selama ini lebih dari satu tahun terdampak pandemi," kata dia dalam sambutannya di diskusi daring LRT Jakarta, Jumat, 30 Juli 2021.

    Riza menjelaskan pandemi Covid-19 telah merusak sektor ekonomi pada tiga aspek. Aspek pertama adalah suplai, yakni kegiatan produksi terganggu akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

    Aspek kedua soal demand bahwa daya beli masyarakat menurun. Kemudian aspek ketiga sehubungan dengan terganggungnya pelayanan sektor transportasi, pariwisata, penginapan, dan lainnya. Tak hanya terganggu, dia melanjutkan, pelayanan sektor jasa ini bahkan terhenti.

    "Dengan tertekannya berbagai kegiatan ekonomi di masa pandemi ini tidak mengherankan jika tingkat pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan dan masuk jurang resesi," terang politikus Partai Gerindra ini.

    Terganggunya pertumbuhan ekonomi terasa juga di level nasional, tidak hanya Jakarta. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2020, Riza menyebut angka pengangguran meningkat 2,67 juta orang. Sehingga total angkatan kerja di Tanah Air yang menganggur menjadi 9,7 juta orang.

    Data BPS juga menunjukkan penduduk miskin Indonesia ada di angka 27,55 juta orang. Jumlahnya naik 2,76 juta orang pada September 2020 dibandingkan bulan yang sama di 2019.

    Pemprov DKI kini tengah menggenjot vaksinasi Covid-19. Wagub DKI Riza Patria sebelumnya menyebut untuk Jakarta, dosis pertama yang sudah disuntikkan mencapai 7,2 juta orang, sedangkan untuk dosis kedua mencapai 2,3 juta orang. Target yang akan divaksin untuk warga DKI adalah 8,81 juta orang.

    Baca juga: PPKM, Pegawai dan Pengunjung 6 Jenis Usaha di Jakarta Ini Wajib Vaksin Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.