PPKM Lanjut? Ade Yasin: Kasus Covid-19 Kabupaten Bogor Sudah Turun Drastis

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Bogor Ade Yasin memeriksa hasil rapid test antigen wisatawan yang hendak masuk ke Bogor di pos Simpang Gadog pada Jumat, 12 Februari 2021. Foto: Pemerintah Kabupaten Bogor

    Bupati Bogor Ade Yasin memeriksa hasil rapid test antigen wisatawan yang hendak masuk ke Bogor di pos Simpang Gadog pada Jumat, 12 Februari 2021. Foto: Pemerintah Kabupaten Bogor

    TEMPO.CO, Bogor -Senin 2 Agustus 2021 pemerintah akan memutuskan ihwal nasib kelanjutan Pemberlakuan Pembetasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4.

    Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat penurunan drastis kasus harian penularan Covid-19 di wilayahnya selama PPKM Level 4.

    "Hari terakhir kita pemberlakuan PPKM Darurat kasus hariannya masih 900-an kasus per hari, tapi sekarang per harinya 300-an kasus," ungkap Bupati Bogor Ade Yasin, selaku Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, di Cibinong, Bogor, Minggu 1 Agustus 2021.

    Data terakhir, pada 31 Juli 2021 terdapat tambahan 305 kasus positif baru. Angka itu jauh berbeda dengan pada hari terakhir PPKM Darurat pada 20 Juli 2021 yang tercatat tambahan 962 kasus Covid-19.

    Hingga kini Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat 38.970 kasus positif selama pandemi dengan rincian 6.239 kasus aktif, 516 kasus meninggal dunia, dan 32.209 kasus sembuh.

    Di samping itu, angka penggunaan ruang perawatan intensif atau ICU terus mengalami penurunan meski tak signifikan.

    "BOR (Bed Occupancy Ratio) ICU 70 persen data hari ini 1 Agustus 2021, turun terus setiap harinya meski tidak terlalu signifikan," ungkap Ade Yasin.

    Menurutnya, angka keterisian tempat tidur ICU itu mengalami penurunan jika dibandingkan dengan angka keterisian sepekan terakhir yang masih di atas 88 persen dari total ketersediaan 157 tempat tidur (TT) ICU khusus pasien COVID-19.

    Ade Yasin juga mencatat ada penurunan pada jumlah keterisian tempat tidur rumah sakit (RS) khusus pasien COVID-19, yakni menjadi 61,49 persen.

    Pasalnya, pada pekan lalu, saat awal PPKM Level 4, keterisian tempat tidur RS khusus pasien Covid-19 masih di atas angka 77,51 persen dari total ketersediaan 1.971 tempat tidur.

    Baca juga : Besok Keputusan PPKM, Anies Baswedan: Aktivitas di DKI Normal Lagi Jika Warga...
    #Cucitangan
    #Jagajarak
    #Pakaimasker
    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.