Tawuran Geng Motor di Duren Sawit, Seorang Anak Tewas

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ilustrasi tawuran. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Jakarta - Polisi menangkap empat tersangka tawuran antara geng motor yang mengakibatkan korban jiwa. Tawuran berlangsung di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin dini hari, 19 Juli 2021.

    "Salah satu tersangkanya adalah anak di bawah umur," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, pada Senin, 2 Agustus 2021.

    Tiga tersangka lain yang sudah cukup umur adalah HP, TM dan STC. Mereka dinilai bertanggung jawab atas tewasnya seorang anak di bawah umur dalam tawuran itu.

    Ketiga tersangka ditampilkan dalam konferensi pers berikut barang bukti alat tawuran. Polisi menunjukkan bahwa tawuran ini menggunakan berbagai jenis senjata tajam. Di antaranya adalah celurit ukuran besar, busur panah, petasan, hingga gergaji sisir.

    "Modusnya saling ejek di media sosial," kata Yusri.

    Setelah saling ejek dan menantang di media sosial, kedua pihak geng motor janjian bertemu di Duren Sawit. Tawuran pecah. Mereka saling serang dengan senjata itu.

    Menurut Yusri, penyidik masih mengejar beberapa orang lain yang diduga terlibat tawuran berdarah ini. Terhadap para tersangka yang telah diringkus, polisi menggunakan jerat Pasal 170 Ayat 2 dan atau Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Mereka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

    Baca: Tawuran Geng Motor Enjoy Mabes vs Troublemaker di Jatiasih, Ada Pelakunya Bocah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.