Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mantan Gubernur Bengkulu Laporkan Balik Perusahaan Kayu ke Polda Metro

image-gnews
Agusrin Najamuddin. TEMPO/Panca Syurkani
Agusrin Najamuddin. TEMPO/Panca Syurkani
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamuddin, melaporkan balik perusahaan kayu PT Tirto Alam Sindo (TAC) ke Polda Metro Jaya atas tudingan pencemaran nama baik, penipuan, penggelapan, dan pemerasan. Sebelumnya, Agusrin dan mantan anggota DPR RI, Raden Saleh Abdul Malik, telah ditetapkan Polda Metro sebagai tersangka kasus penipuan atas laporan PT TAC. 

"Laporan telah diterima oleh Polda Metro Jaya dengan nomor: LP/B/6469/XII/2021SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 23 Desember 2021," ujar kuasa hukum Agusrin, Heru Pratama, kepada Tempo, Jumat, 24 Desember 2021. 

Heru menjelaskan pihaknya melaporkan tiga orang dalam kasus ini. Mereka dituding memutarbalikkan fakta hingga kliennya ditetapkan sebagai tersangka penipuan oleh kepolisian. 

Menurut versi Heru, kasus ini berawal dari perjanjian jual beli saham pabrik senilai Rp 33 miliar antara PT TAC dengan Agusrin pada Agustus 2019. Dalam perjanjian tersebut, pihak Agusrin menyerahkan cek senilai Rp7,5 miliar ke PT TAC sebagai jaminan jual beli. Pihak PT TAC pun menyerahkan dua lembar cek senilai Rp10,5 miliar dan Rp9,5 milyar sebagai jaminan yang sama. 

Pihak Agusrin menginginkan ada appraisal atau penilaian ulang terhadap aset PT TAC yang akan dibelinya di tengah jual beli ini. "Ternyata nilai harga mesin-mesin yang dijual itu berkisar Rp6 miliar, bukan Rp33 miliar seperti yang ditawarkan oleh penjual," kata Heru. 

Selain itu, Heru mengklaim dari nilai Rp33 miliar itu ada beberapa mesin pabrik yang sudah dibeli oleh Agusrin, namun oleh PT TAC dijual kembali ke kliennya. Atas dasar hal itu, Agusrin meminta perjanjian jual-beli dibatalkan dan cek senilai Rp7,5 miliar dikembalikan. 

Heru mendugacek tersebut sudah dicairkan oleh pihak perusahaan. Padahal, cek jaminan itu baru bisa dicairkan setelah proses jual beli saham selesai dilakukan. Heru mengklaim kliennya bahkan saat ini masih menyimpan cek jaminan senilai Rp10,5 miliar dan Rp9,5 milyar milik PT TAC yang tidak dicairkannya. 

Heru mengatakan, PT TAC baru akan mencabut laporannya di kepolisan jika Agusrin mau melunasi pembelian saham perusahaan senilai Rp33 miliar.  "Makin jelas niat tidak baik mereka untuk melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, pemerasan, penggelapan, serta penipuan kepada klien kami, apalagi mereka tidak mau dilakukan appraisal independen," kata Heru. 

Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menetapkan Agusrin dan Raden Saleh Abdul Malik sebagai tersangka penipuan modus cek kosong. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan yang dilayangkan pihak perusahaan PT Tirto Alam Sindo (TAC) pada Maret 2020. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan berkas perkara keduanya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. "(Intinya) Sudah tersangka, berkasnya juga sudah diserahkan ke kejaksaan," kata Zulpan.

Sementara itu Kuasa Hukum PT TAC Andreas menjelaskan, kasus ini terjadi saat Agusrin masih menjabat Gubernur Bengkulu dan mengaku memiliki hak atas pengelolaan hutan (HPH), sehingga dapat mempermudah bisnis pengolahan kayu perusahaan. Pihak PT TAC yang punya pabrik kayu, alat berat, dan kendaraan berat setuju menjalin kerja sama. 

Andreas mengatakan pihak Agusrin dan Raden Saleh menyepakati pembelian pabrik PT TAC senilai Rp33 miliar dan telah membayar sebesar Rp4 miliar. "Sebagai itikad baik mereka mengeluarkan dua lembar cek, nilainya masing-masing Rp 10,5 miliar dan Rp 20 miliar," kata Andreas.

Namun hingga tenggat waktu pembayaran pada 2020, keduanya tak kunjung melunasi sisa pembayaran. Pihak PT TAC kemudian melaporkan  Mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamuddin, dan Abdul Malik atas dugaan tindak penipuan cek kosong pada Maret 2020. Setelah dilakukan penyidikan, polisi menetapkan Agusrin dan Raden Saleh sebagai tersangka pada September 2021. 

M JULNIS FIRMANSYAH

Baca juga:

Polda Metro Gandeng DEA Bongkar Jaringan Narkotika Internasional di Jakarta

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hari Raya Idul Adha, Polda Metro Jaya Kurbankan 155 Sapi dan 37 Kambing untuk Masyarakat

4 jam lalu

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Karyoto saat hendak mengikuti solat Idul Adha di Stadion Presisi Polda Metro Jaya pada Senin, 17 Juni 2024. TEMPO/Intan Setiawanty
Hari Raya Idul Adha, Polda Metro Jaya Kurbankan 155 Sapi dan 37 Kambing untuk Masyarakat

Pada momen Idul Adha 1445 H, Polda Metro Jaya mengurbankan 155 sapi dan 37 kambing.


Tiga Orang Pembuat Uang Palsu Ditangkap di Sebuah Kantor Akuntan Publik di Jakbar

7 jam lalu

Barang bukti Rp 22 miliar uang palsu siap edar pecahan Rp 100 ribu yang diamankan Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 15 Juni 2024 di Srengseng, Jakarta Barat. Dok. Istimewa
Tiga Orang Pembuat Uang Palsu Ditangkap di Sebuah Kantor Akuntan Publik di Jakbar

Polisi menyita uang palsu dalam pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 22 miliar yang siap untuk diedarkan. Ditangkap di kantor akuntan publik di Jakbar.


Salat Iduladha di Polda Metro Jaya, Mantan Menag Lukman Hakim Saifuddin jadi Khatib

14 jam lalu

Polda Metro Jaya menggelar salat Idul Adha 1445 Hijriah di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 17 Juni 2024. TEMPO/Intan Setiawanty
Salat Iduladha di Polda Metro Jaya, Mantan Menag Lukman Hakim Saifuddin jadi Khatib

Kapolda, Wakapolda, beserta jajaran Polda Metro Jaya menghadiri salat iduladha pada pagi hari ini di Stadion Presisi Polda Metro Jaya.


Polisi Imbau Warga Jakarta Tidak Takbir Keliling Menyambut Idul Adha

1 hari lalu

Ilustrasi Takbiran. ANTARA
Polisi Imbau Warga Jakarta Tidak Takbir Keliling Menyambut Idul Adha

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Ari Syam Indradi mengimbau masyarakat untuk tidak mengikuti takbir keliling pada momen Idul Adha.


Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Eks Rektor Universitas Pancasila Ke Tahap Penyidikan, Ini Kilas Balik Kasusnya

1 hari lalu

Rektor nonaktif Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno (kiri) didampingi kuasa hukumnya usai menjalani pemeriksaan dugaan kasus pelecehan seksual di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024. Dalam keteranganya, tudingan adanya pelecehan seksual tersebut hanya asumsi karna tidak ada bukti yang sah, ia juga mengaku kasus ini bagian dari politisasi menjelang pemilihan rektor. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Eks Rektor Universitas Pancasila Ke Tahap Penyidikan, Ini Kilas Balik Kasusnya

Polda Metro Jaya naikkan kasus dugaan pelecehan seksual Rektor Universitas Pancasila nonaktif Edie Toet Hendratno ke tahap penyidikan.


Eks Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Tahu Kasusnya Naik Penyidikan dari Medsos

1 hari lalu

Rektor nonaktif Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno (kiri) didampingi kuasa hukumnya usai menjalani pemeriksaan dugaan kasus pelecehan seksual di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024. Dalam keteranganya, tudingan adanya pelecehan seksual tersebut hanya asumsi karna tidak ada bukti yang sah, ia juga mengaku kasus ini bagian dari politisasi menjelang pemilihan rektor. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Eks Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Tahu Kasusnya Naik Penyidikan dari Medsos

Edie Toet mengatakan dirinya belum pernah dipanggil untuk diperiksa di tahap penyidikan. Namun, ia mengklaim akan berkomitmen menghormati hukum


Perampokan di PIK 2, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Karyawan dan Sekuriti Toko

2 hari lalu

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, dalam Konferensi Pers terkait pengungkapan Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Toko Jam Tangan Mewah PIK 2. Konferensi Pers diadakan di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat, 14 Juni 2024. Tempo/Yohanes Maharso Joharsoyo
Perampokan di PIK 2, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Karyawan dan Sekuriti Toko

Penyidik akan mendalami dugaan keterlibatan karyawan dan sekuriti toko yang menjadi korban perampokan di PIK 2.


Perampokan di PIK 2, Polisi Sita 18 Jam Tangan Senilai Rp 12,85 Miliar

2 hari lalu

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, dalam Konferensi Pers terkait pengungkapan Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Toko Jam Tangan Mewah PIK 2. Konferensi Pers diadakan di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat, 14 Juni 2024. Tempo/Yohanes Maharso Joharsoyo
Perampokan di PIK 2, Polisi Sita 18 Jam Tangan Senilai Rp 12,85 Miliar

Perampok jam tangan di PIK 2 belum berhasil menjual hasil rampokannya senilai Rp 12,85 miliar.


BSI Cairkan Dividen Tunai Rp855,56 Miliar pada 20 Juni 2024, Berapa Nilai per Lembarnya?

2 hari lalu

Pengguna mencoba aplikasi Mandiri Online Securities Trading (MOST) Syariah saat Grand Launching Pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online Bank Syariah Pertama di  Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 16 Januari 2024. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI berkolaborasi dengan PT Mandiri Sekuritas meluncurkan Layanan Investasi #SerbaSyariah. Nasabah pun kini bisa membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) secara daring melalui Mandiri Online Securities Trading (MOST) Syariah. Tempo/Tony Hartawan
BSI Cairkan Dividen Tunai Rp855,56 Miliar pada 20 Juni 2024, Berapa Nilai per Lembarnya?

BSI tahun lalu membagikan dividen senilai Rp9,24 per lembar saham.


Polisi akan Panggil Tiko Aryawardhana soal Kasus Penggelapan Dana Rp 6,9 Miliar

3 hari lalu

Tiko Aryawardhana. Instagram
Polisi akan Panggil Tiko Aryawardhana soal Kasus Penggelapan Dana Rp 6,9 Miliar

Pemanggilan Tiko akan dilakukan usai penyidik menyelesaikan pemeriksaan terhadap pihak perbankan dan auditor.