Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Didatangi Wanita Mengaku Anak Ulama dan Disayang Malaikat, Warga Depok Panik

image-gnews
Ilustrasi wanita depresi. (Pixabay.com)
Ilustrasi wanita depresi. (Pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Depok - Warga Kota Depok dikejutkan dengan kehadiran seorang wanita mengaku keturunan ulama besar atau syekh dan juga disayang malaikat. Wanita itu mendatangi rumah warga Jalan Rd. Sukarna, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas.

Dia mendatangi satu persatu rumah warga sambil memperkenalkan diri sebagai keturunan syekh.

Seorang warga setempat Rosani (67) kaget karena wanita itu tiba-tiba datang dan langsung masuk ke rumahnya pada Senin siang, 6 Juni 2022. "Dia langsung duduk saja di bangku dalam, disuruh keluar nggak mau, malah marah-marah," kata Rosani di Depok, Rabu 8 Juni 2022.

Menurut Rosani, dari penampilanan fisiknya wanita itu memiliki paras masih muda. Dia mengenakan kerudung putih, kemeja putih kotak-kotak dan mengenakan celana jeans biru.

"Rapi sih dandanannya, pakai celananya jeans, kemeja kotak-kotak, lengan panjang, pakai kerudung, masih muda," kata Rosani.

Risih dengan kehadiran wanita itu di rumahnya, Rosani berusaha mengeluarkan perempuan muda itu dari rumahnya. Tapi wanita itu malah marah dan mengklaim sebagai keturunan syekh dan disayang malaikat.

"Diusir sama warga sini kan, terus dia sempat marah pas jalan keluar. 'Eh nggak tahu ya. Saya keturunan syekh!'," kata Rosani menirukan wanita itu.

Ketua RT 08 RW 03 Sarip mengatakan ada dua rumah warganya yang sempat dikunjungi wanita itu. Dia mengatakan wanita tersebut sempat marah-marah saat warga mengusirnya dan meminta uang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Iya, kejadiannya kemarin, cuma warga nggak lapor. Dia masuk ke dalam rumah marah-marah. Ujung-ujungnya minta duit," kata Sarip.

Diduga mengalami gangguan kejiwaan

Sarip mengatakan belum mengetahui asal-usul dan motif wanita tersebut mendatangi kampungnya. Namun, ia meyakini wanita tersebut mengalami gangguan kejiwaan.

"Itu memang orang stres kalau ingin kejelasannya terkadang dia ada di pertigaan Parung Bingung, tepat di pertigaan YKS (Yayasan Kesejahteraan Sosial)," ucapnya.

Sarip menyebut usai kejadian itu warga Pancoran Mas Depok itu sempat ketakutan. Ia lantas mengingatkan untuk selalu waspada jika ada seseorang yang belum dikenal. "Warga sempat ketakutan, orang itu marah-marah. Saya share juga ke warga, kalau misalnya orang nggak dikenal baiknya dicurigai gitu. Kalau mereka ada niat jahat kan kita nggak tahu," ujarnya. 

ADE RIDWAN YANDWIPUTRA

Baca juga: Harga Tiket Pesta Bikini di Depok Mencapai Rp 8 Juta

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kasus Pencabulan Anak Kembali Terjadi di Depok, Pelakunya Kakek dan Om Korban

2 hari lalu

Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com
Kasus Pencabulan Anak Kembali Terjadi di Depok, Pelakunya Kakek dan Om Korban

Pencabulan oleh kakek dan om di Tapos, Depok, tak hanya terhadap satu anak, namun hampir ke semua cucu-cucunya.


Penderita Gangguan Kepribadian Narsistik Rentan Alami Depresi

6 hari lalu

Ilustrasi depresi. Shutterstock
Penderita Gangguan Kepribadian Narsistik Rentan Alami Depresi

Psikiater mengatakan penderita gangguan kepribadian narsistik dapat mengalami komplikasi berupa gangguan kejiwaan seperti depresi.


Kasus Korupsi di UPN Veteran Jakarta, Kejari Depok Tetapkan 2 Tersangka

8 hari lalu

Petugas memeriksa kelengkapan berkas peserta sebelum mengikuti pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2024 di Universitas Pembangunan Nasional
Kasus Korupsi di UPN Veteran Jakarta, Kejari Depok Tetapkan 2 Tersangka

Kejari Depok menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus korupsi pembangunan gedung Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta.


Selain Kasus Pembunuhan Vina, Polisi Masih Berupaya Ungkap Kematian Akseyna di UI Depok

8 hari lalu

Akseyna Ahad Dori, seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang ditemukan tewas di Danau Kenanga UI pada 26 Maret 2015. Saat ditemukan, Akseyna menggunakan tas yang diisi batu sebagai pemberat. Hingga delapan tahun berlalu, polisi belum dapat menemukan tersangka pembunuhan.  Facebook/Peduli Akseyna
Selain Kasus Pembunuhan Vina, Polisi Masih Berupaya Ungkap Kematian Akseyna di UI Depok

Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana mengatakan pihaknya masih berupaya mengungkap tabir kematian Akseyna Ahad Dori yang sudah mengendap 9 tahun.


Apel Rutin Ditiadakan, Supian Suri Sebut Tak Bisa Ucap Perpisahan dengan ASN Pemkot Depok

8 hari lalu

Ketua DPC Gerindra Depok Pradi Supriatna didampingi Sekretaris DPC Gerindra Depok Hamzah menerima CV Bacalon Wali Kota Depok Supian Suri dalam Rakorcab Gerindra Depok di Kinasih Resort, Kecamatan Tapos, Kamis, 23 Mei 2024. TEMPO/ Ricky Juliansyah
Apel Rutin Ditiadakan, Supian Suri Sebut Tak Bisa Ucap Perpisahan dengan ASN Pemkot Depok

Sekda Kota Depok nonaktif Supian Suri menyebut sakit hati tak bisa berpamitan dengan ASN di lingkungan pemerintahan kota. Kenapa?


Pelajar SD di Depok Jadi Korban Bullying, Dipukuli Bergantian

9 hari lalu

Ilustrasi kekerasan pada anak. Pexels/Luana
Pelajar SD di Depok Jadi Korban Bullying, Dipukuli Bergantian

Video bullying terhadap siswi SD di Depok tersebar di sejumlah kalangan. Pelaku memukuli korban bergantian.


Pohon Tumbang dan Banjir Bikin Jalan Margonda Depok Macet Total

12 hari lalu

Petugas mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Margonda Depok, Sabtu malam, 1 Juni 2024. Foto : Istimewa
Pohon Tumbang dan Banjir Bikin Jalan Margonda Depok Macet Total

Dampak genangan dan pohon tumbang itu membuat lalu lintas dari Depok menuju Jakarta mengalami kemacetan.


4 Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok Masih Dirawat di RS

13 hari lalu

Suasana SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, Minggu, 12 Mei 2024. Sebanyak 11 orang meninggal dunia dalam kecelakaan bus yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok pada Sabtu malam, 11 Mei 2024 di Ciater, Subang, Jawa Barat. TEMPO/M Taufan Rengganis
4 Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok Masih Dirawat di RS

Para korban kecelakaan bus SMK Lingga Kencana, baik yang dirawat dan wafat, mendapatkan bantuan serta santunan dari Jasa Raharja dan Pemkot Depok.


Influencer Asal Jepang Sempat Sebut Depok Sebagai Desa

14 hari lalu

Tragedi SMK Lingga Kencana
Influencer Asal Jepang Sempat Sebut Depok Sebagai Desa

Influencer asal Jepang Asahina Mana sempat salah menyebut Depok sebagai Desa. Ia juga terkejut dengan kemacetan lalu lintas di Depok.


Influencer Asal Jepang Bantu Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok

14 hari lalu

Rosdiana, orang tua dari Mahesya Putra, korban tewas kecelakaan maut SMK Lingga Kencana saat menerima santunan secara simbolis dari Dirut Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono di di Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Senin, 13 Mei 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Influencer Asal Jepang Bantu Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok

Pasca-kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok, pihak YKS mengadakan doa bersama serta mendatangkan influencer asal Jepang Asahina Mana.