Kasus Pemerkosaan Warga Pluit oleh WNA Asal Cina Naik ke Penyidikan

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Ilustrasi pemerkosaan. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tim penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan terhadap kasus dugaan pemerkosan seorang perempuan warga Pluit, berinisial LK, 30 tahun, oleh warga negara asing (WNA) asal Cina berinisial K.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, kasus dugaan pemerkosaan ini dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan setelah tim penyidik dari Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara.

"Dan hasil gelar perkaranya, bisa saya sampaikan bahwa diambil kesimpulan kasus ini dinaikkan statusnya ke proses sidik atau penyidikan," kata Zulpan dikutip dari keterangannya, Sabtu, 25 Juni 2022.

Menurut Zulpan, meski sudah dinaikkan proses hukumnya ke tahap penyidikan, tim penyidik juga belum mengumumkan nama tersangkanya. Sebab, mereka akan terlebih dahulu memanggil terlapor yang merupakan Warga Negara Cina. Terlapor berinisial K itu sebelumnya sudah 2 kali dipanggil penyidik namun tidak datang tanpa adanya alasan. 

"Penyidik telah memanggil dua kali terhadap terlapor namun dalam dua kali pemanggilan terlapor tidak datang tanpa keterangan yang diketahui oleh penyidik. Sehingga, penyidik melakukan gelar perkara," kata Zulpan.

Zulpan berujar, sebetulnya kasus ini sudah terjadi 2 tahun yang lalu namun baru dilaporkan oleh si korban pada tahun ini, karenanya, proses pengusutannya perlu memakan waktu. Meski begitu, dia memastikan, kasus ini akan tetap diproses karena belum sampai masa daluarsa.

Kasus tak kunjung ditangani polisi

Sebelumnya, korban kekerasan seksual berinisial LK itu telah mendatangi unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, pada 20 Juni 2022 karena kasusnya tak kunjung ditangani kepolisian. Perempuan itu menjadi korban pemerkosaan oleh seorang warga negara Cina pada Juli 2020.

Pengacara korban, Prabowo Febrianto mengatakan, pelaku kekerasan seksual itu adalah seorang WNA Cina berinisial K, tenaga ahli di salah satu perusahaan telekomunikasi asal Cina yang ada di Indonesia.

Korban telah melaporkan kasus dugaan kekerasan seksual itu ke Polres Metro Jakarta Barat, namun tidak diarahkan membuat laporan, hanya sebatas konsultasi. Oleh sebab itu, pada 2 April 2022, kliennya melaporkan kasus yang dialaminya ini ke Polda Metro Jaya dan telah diterima dengan nomor laporan STTLP/B/1695/IV/2022/SPKT/Polda Metro Jaya.

Namun, sejak laporan polisi itu dibuat, kliennya tak kunjung mendapatkan perkembangan penanganan kasus dari tim penyidik Polda Metro Jaya. Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pun tak kunjung diperoleh. "Kami minta SP2HP, sampai hari ini belum diberikan. Tapi, dijanjikan 20 Mei sudah ada," kata Prabowo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 20 Juni 2022.

Menurut pengacara korban, kejadian dugaan tindakan kekerasan dan pemerkosaan ini berlangsung di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Barat. Kliennya dan terlapor hanya kenal melalui media sosial. Karena terus dikontak oleh K, akhirnya korban bersedia diajak makan di sebuah restoran di Jakarta.

Namun, mereka batal makan di restoran karena jam makan dibatasi selama 30 menit karena pandemi Covid-19. Akhirnya korban dibawa pelaku ke apartemennya dan dijanjikan akan dimasakkan makanan supaya bisa makan bersama.

Setibanya di apartemen, kliennya malah diperlakukan tidak baik oleh si pelaku. Prabowo mengatakan, kliennya dipaksa berhubungan intim dan juga menerima beberapa kekerasan fisik. Akibatnya, kliennya mengalami luka robek di bagian kewanitaannya dan harus menerima jahitan sekitar 2 sentimeter.

"Korban mengalami kekerasan atau dipaksa bersetubuh sehingga korban mengalami luka robek di bagian kewanitaan yang menimbulkan trauma. Dari visum juga ada beberapa luka fisik," ucap Prabowo.

Baca juga: Korban Kekerasan Seksual WNA Asal China Datangi PPA Polda Metro Minta Keadilan






27 Tewas Akibat Bentrokan di Sudan Selatan Menjelang Kunjungan Paus Fransiskus

1 jam lalu

27 Tewas Akibat Bentrokan di Sudan Selatan Menjelang Kunjungan Paus Fransiskus

Bentrokan terjadi di Sudan Selatan yang menewaskan 27 orang, hanya sehari menjelang kunjungan Paus Fransiskus.


Keluarga Mahasiswa UI Akan Laporkan Pensiunan Polisi Penabrak, Gita: Ia Hanya Menonton

5 jam lalu

Keluarga Mahasiswa UI Akan Laporkan Pensiunan Polisi Penabrak, Gita: Ia Hanya Menonton

Pensiunan polisi Eko Setia Budi Wahono akan dilaporkan dengan tuduhan pembiaran setelah mengabaikan mahasiswa UI yang ia tabrak.


Propam Polda Metro Ungkap Berbagai Pelanggaran Bripka Madih yang Mengaku Diperas Sesama Polisi

5 jam lalu

Propam Polda Metro Ungkap Berbagai Pelanggaran Bripka Madih yang Mengaku Diperas Sesama Polisi

Propam Polda Metro menyebut Bripka Madih yang mengaku diperas oleh penyidik saat mengurus sengketa tanah telah melakukan sejumlah pelanggaran.


Bripka Madih Sebut Penyidik Polisi Minta Uang Pelicin, Polda Metro Jaya: Ayahnya Telah Jual Tanah

6 jam lalu

Bripka Madih Sebut Penyidik Polisi Minta Uang Pelicin, Polda Metro Jaya: Ayahnya Telah Jual Tanah

Polda Metro Jaya akan mempertemukan penyidik kepolisian dengan Anggota Provos Polsek Jatinegara perihal dugaan pemerasan.


Kasus Polisi Peras Polisi, Bripka Madih Akan Dikonfrontasi dengan Penyidik yang Diduga Minta Rp 100 Juta

6 jam lalu

Kasus Polisi Peras Polisi, Bripka Madih Akan Dikonfrontasi dengan Penyidik yang Diduga Minta Rp 100 Juta

Polda Metro akan mengkonfrontasi antara Bripka Madih yang mengaku diperas oleh seorang penyidik saat mengurus sengketa tanah orang tuanya.


Kasus Polisi Peras Polisi, Polda Metro Jelaskan Kronologi Penjualan Tanah Milik Orang Tua Bripka Madih

6 jam lalu

Kasus Polisi Peras Polisi, Polda Metro Jelaskan Kronologi Penjualan Tanah Milik Orang Tua Bripka Madih

Polda Metro menjelaskan kronologi penjualan tanah yang dilakukan oleh orang tua Bripka Madih. Mengaku diperas sesama polisi.


Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Bagaimana Proses Penetapan Tersangka Kecelakaan?

12 jam lalu

Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Bagaimana Proses Penetapan Tersangka Kecelakaan?

Mahasiswa UI yang terlibat kecelakaan dengan Purnawirawan Polri menyita perhatian. Menurut hukum yang berlaku, bagaimana prosedur penetapan tersangka?


Polda Bungkam soal Pelat RFS di Mobil Pensiunan Polisi yang Menabrak Mahasiswa UI

13 jam lalu

Polda Bungkam soal Pelat RFS di Mobil Pensiunan Polisi yang Menabrak Mahasiswa UI

Eko Setia Budi Wahono diketahui seorang pensiunan polisi, sementara pelat RF biasa dipasang untuk kendaraan pejabat negara.


Polisi Tak Lakukan Rekonstruksi Kecelakaan Cianjur, Kuasa Hukum Tersangka Sebut Penyidik Tak Transparan

16 jam lalu

Polisi Tak Lakukan Rekonstruksi Kecelakaan Cianjur, Kuasa Hukum Tersangka Sebut Penyidik Tak Transparan

Pengacara tersangka kasus kecelakaan Cianjur mempertanyakan alasan polisi tidak menggelar rekonstruksi di TKP.


Wowon Serial Killer Bohongi Istrinya saat Bunuh Anak Sendiri

17 jam lalu

Wowon Serial Killer Bohongi Istrinya saat Bunuh Anak Sendiri

Anak Wowon yang masih berusia 2 tahun, Bayu, ikut menjadi korban pembunuhan berantai