Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dugaan Korupsi di Pertamina, Karen Agustiawan Disebut Minta Jabatan ke Perusahaan Gas Asal Texas Usai Golkan Pembelian LNG

image-gnews
Terdakwa mantan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) periode 2009-2014, Karen Agustiawan, mengikuti sidang perdana pembacaan surat dakwaan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 12 Februari 2024. Dalam sidang ini tim Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa terdakwa Karen Agustiawan, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain sebesar Rp.1.091.280.281,81 atau korporasi Corpus Christi Liquefaction, LLC sebesar USD13.839.186,60 perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di Pertamina (Persero) tahun 2011 - 2021, mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar USD140 juta atau sebesar Rp.2,1 triliun. TEMPO/Imam Sukamto
Terdakwa mantan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) periode 2009-2014, Karen Agustiawan, mengikuti sidang perdana pembacaan surat dakwaan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 12 Februari 2024. Dalam sidang ini tim Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa terdakwa Karen Agustiawan, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain sebesar Rp.1.091.280.281,81 atau korporasi Corpus Christi Liquefaction, LLC sebesar USD13.839.186,60 perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di Pertamina (Persero) tahun 2011 - 2021, mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar USD140 juta atau sebesar Rp.2,1 triliun. TEMPO/Imam Sukamto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum menyebut bekas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) periode 2009-2014, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan, bermanuver dengan meminta jabatan di Cheniere Energy, perusahaan gas asal Texas, Amerika Serikat.

Permintaan ini Karen sampaikan karena telah meloloskan proyek pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di Pertamina untuk periode 2011-2021 yang dibeli dari Cheniere Energy. Hal itu diungkap dalam sidang dakwaan terhadap Karen Agustiawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat pada Senin, 12 Februari 2024.

"Terdakwa meminta agar bisa menjadi pejabat di Cheniere Energy karena telah dapat mengamankan pembelian LNG PT Pertamina dari Cheniere Energy, yang berasal dari Corpus Christi Liquefaction," kata jaksa penuntut umum, Senin, 12 Februari 2024.

Permintaan Karen itu disampaikan saat pertemuan dia dengan Angelo Acconcia selaku Managing Director Private Equity Group Blackstone di Hotel Sheraton Bandara Tangerang pada 11 Juni 2014.

Perbuatan Karen—yang kala itu masih menjabat sebagai Dirut PT Pertamina—disebut telah melanggar Pasal 23 Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance.

Pasal itu menyatakan para anggota direksi dilarang melakukan tindakan yang mempunyai benturan kepentingan dan mengambil keuntungan pribadi, baik secara langsung maupun tidak langsung dari pengambilan keputusan dan kegiatan BUMN, selain penghasilan yang sah.

Karen juga disebut ditawarkan oleh Angelo Acconcia untuk menjabat sebagai Senior Advisor di Blackstone, salah satu pemegang saham dari Cheniere Energy. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Bahwa sebagai kompensasi terhadap perbuatan terdakwa (Karen Agustiawan) menjadikan PT Pertamina sebagai pembeli LNG dari Corpus Christi yang merupakan anak perusahaan Cheniere Energy, maka terdakwa diberikan jabatan oleh Blackstone dengan menempatkan sebagai Senior Advisor pada Private Equity Group," ucap jaksa penuntut umum dalam surat dakwaannya.

Manuver kepentingan pribadi ini Karen lakukan dengan aktif berkomunikasi dengan Angelo Acconcia melalui pesan elektronik hingga September 2014.

Jaksa penuntut umum mengatakan, Karen menerima sejumlah uang dari Blackstone melalui Tamarind Energy Management ke rekening pribadinya atas nama Galaila Karen Kardinah. Uang tersebut diterima Karen dalam bentuk tabungan dolar Amerika Serikat.

Bekas Dirut PT Pertamina ini total telah menerima uang senilai Rp 1.09 miliar dan US$ 104.016, terhitung sejak 28 April 2015 hingga 29 Desember 2015. Selain itu, jaksa penuntut umum juga mendakwakan Karen telah merugikan keuangan negara sebesar US$ 113,83 juta akibat pengadaan LNG.

Pilihan Editor: Caleg Golkar Ranny Fahd Arafiq Diduga Bagikan Uang di Depok dan Bekasi saat Masa Tenang

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Viral Tangki Pertalite Terisi Solar, SPBU di Deli Serdang Dihukum Pertamina dan Harus Perbaiki Mobil Pelanggan

1 jam lalu

Ilustrasi SPBU Pertamina. TEMPO/Subekti
Viral Tangki Pertalite Terisi Solar, SPBU di Deli Serdang Dihukum Pertamina dan Harus Perbaiki Mobil Pelanggan

Sebuah SPBU di Deli Serdang mengisi tangki pendam Pertalite dengan Solar, akibatnya banyak mobil pelanggan mogok. Ini yang dilakukan Pertamina.


Eks Penyidik Desak Permintaan Maaf Pelaku Pungli di Rutan KPK Disiarkan Secara Terbuka

17 jam lalu

Anggota Majelis sidang etik Dewan Pengawas KPK, Albertina Ho, menggelar sidang pembacaan surat putusan pelanggaran etik 93 pegawai Rutan KPK, di gedung ACLC Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2024. Para terperiksa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan menyalahgunakan jabatan atau kewenangan, termasuk menyalahgunakan pengaruh sebagai insan KPK dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar yang mencapai Rp.6,14 miliar. TEMPO/Imam Sukamto
Eks Penyidik Desak Permintaan Maaf Pelaku Pungli di Rutan KPK Disiarkan Secara Terbuka

Yudi Purnomo minta KPK segera umumkan putusan sanksi disiplin kepada pegawai KPK pelaku pungli di Rutan KPK, apakah dipecat atau tidak.


Kisah Prabu Revolusi, Menyeberang ke Kubu Prabowo-Gibran, Kini Jadi Komisaris Kilang Pertamina Internasional

21 jam lalu

Prabu Revolusi dan Zee Zee Shahab. Instagram.com
Kisah Prabu Revolusi, Menyeberang ke Kubu Prabowo-Gibran, Kini Jadi Komisaris Kilang Pertamina Internasional

Dari kubu Ganjar-Mahfud, Prabu Revolusi menyeberang ke kubu Prabowo-Gibran. Kini ia menjadi komisaris independen Kilang Pertamina Internasional.


Anggota Timses Prabowo-Gibran Diangkat Jadi Komisaris BUMN Menuai Kritikan

23 jam lalu

Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 2 Juli 2020. Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar
Anggota Timses Prabowo-Gibran Diangkat Jadi Komisaris BUMN Menuai Kritikan

Anggota TKN Prabowo-Gibran diberi jabatan komisaris BUMN menuai sejumlah kritikan. Apa saja kritikannya?


Indef Kritik Penunjukan Anggota Timses Prabowo-Gibran Menjadi Komisaris BUMN: Kompetensinya Apa?

1 hari lalu

Prabu Revolusi. Foto/Instagram
Indef Kritik Penunjukan Anggota Timses Prabowo-Gibran Menjadi Komisaris BUMN: Kompetensinya Apa?

Direktur Eksekutif Indef Ester Sri Astuti mempertanyakan kelayakan sejumlah tim sukses Prabowo-Gibran yang diberi jabatan komisaris BUMN.


Terpopuler: Bagi-bagi Kursi Komisaris BUMN ke Timses Prabowo-Gibran Melanggengkan KKN, Erick Thohir Kebanjiran Kritik

1 hari lalu

Prabu Revolusi. Foto/Instagram
Terpopuler: Bagi-bagi Kursi Komisaris BUMN ke Timses Prabowo-Gibran Melanggengkan KKN, Erick Thohir Kebanjiran Kritik

Berita terpopuler: Bagi-bagi kursi komisaris BUMN untuk tim sukses Prabowo-Gibran dianggap melanggengkan KKN, Menteri Erick Thohir kebanjiran kritik.


Profil Lengkap PT Kilang Pertamina Internasional

2 hari lalu

Kilang Pertamina Internasional. Dok. PT KPI
Profil Lengkap PT Kilang Pertamina Internasional

Pendukung Prabowo - Gibran, Prabu Revolusi, resmi menjadi Komisaris PT Kilang Pertamina Internasional. Seperti apa profil anak usaha PT Pertamina itu?


Senin Besok Polda Metro Jaya Panggil Kembali Firli Bahuri, Ini Kasusnya Sejak Ketemu SYL di Lapangan Badminton

2 hari lalu

Pertemuan Firli Bahuri dengan Syahrul.
Senin Besok Polda Metro Jaya Panggil Kembali Firli Bahuri, Ini Kasusnya Sejak Ketemu SYL di Lapangan Badminton

Polda Metro Jaya Senin besok panggil kembali Firli Bahuri setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap SYL.


Dituntut 6 Tahun Eks Rektor Universitas Udayana Divonis Bebas, Berikut Kasus Dugaan Korupsi Dana SPI yang Menjeratnya

2 hari lalu

Rektor Universitas Udayana (Unud) I Nyoman Gde Antara. Unuc.ac.id
Dituntut 6 Tahun Eks Rektor Universitas Udayana Divonis Bebas, Berikut Kasus Dugaan Korupsi Dana SPI yang Menjeratnya

Eks Rektor Universitas Udayana Prof I Nyoman Gde Antara divonis bebas Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar, padahal dituntut 6 tahun penjara.


Studi Demokrasi Rakyat Laporkan Anggota DPR ke KPK, Diduga Beli Suara agar Menang Lagi di Pemilu 2024

2 hari lalu

Logo KPK. Dok Tempo
Studi Demokrasi Rakyat Laporkan Anggota DPR ke KPK, Diduga Beli Suara agar Menang Lagi di Pemilu 2024

Dalam laporan ke KPK disebutkan hasil korupsi itu diduga untuk membeli suara dalam kontestasi Pemilu 2024.