Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polisi Usut Hubungan Gembong Narkoba Murtala Ilyas dengan Jaringan Fredy Pratama

image-gnews
Gembong narkoba, Murtala Ilyas (baju tahanan), saat ditemui di Polres Jakarta Barat, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2024. TEMPO/Han Revanda Putra.
Gembong narkoba, Murtala Ilyas (baju tahanan), saat ditemui di Polres Jakarta Barat, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2024. TEMPO/Han Revanda Putra.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar M. Syuhduddi menyatakan aparat kepolisian tengah mengusut hubungan gembong narkoba Murtala Ilyas dengan jaringan internasional Fredy Pratama alias FP. Kapolres bekerja sama dengan pemangku kebijakan di sejumlah wilayah untuk menyelidiki jaringan narkoba itu.

"Ini kita sedang lakukan pendalaman penyelidikan, apakah terkait dengan jaringan atau pengedar narkoba lainnya, termasuk apakah mengarah kepada FP," kata Syuhduddi dalam jumpa pers di Polres Metro Jakbar, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2024.

Syuhduddi menyatakan kasus tindak pidana narkotika Murtala Ilyas merupakan jaringan narkotika internasional. Sebab, narkotika jenis sabu itu diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia melalui Aceh. Dari sana, sabu ditransitkan di Medan untuk kemudian dibawa ke Jakarta.

"Jadi inilah jaringan internasional yang meliputi wilayah Malaysia-Aceh-Medan-Jakarta," ujar Syuhduddi.

Untuk mengungkap jaringan itu, Polres Metro Jakarta Barat menggandeng pemangku kebijakan dari sejumlah wilayah. Para pemangku kebijakan itu membantu aparat kepolisian dalam menjalankan penyelidikan.

"Ketika TKP mencangkup ke wilayah lain, ataupun di Aceh, Medan, dan wilayah sekitarnya, di situ kami biasanya berkoordinasi yang bersifat internal ke stakeholder terkait," kata Syuhduddi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Polres Metro Jakarta Barat mengamankan tujuh orang tersangka tindak pidana narkotika jenis sabu dari jaringan Malaysia, Medan, Aceh, dan Jakarta. Aktor intelektual di balik jaringan internasional itu merupakan gembong narkoba Murtala Ilyas. Dari jaringan internasional itu, polisi mengamankan barang bukti sejumlah 110 kilogram.

"Nilai nominal di pasar gelap jika nilai nominal 1 gram narkotika jenis sabu diasumsikan seharga Rp1,8 juta, nilai besarnya 110.000 gram sabu sekitar Rp198 milyar," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suyudi di Polres Jakarta Barat, Jakarta, Rabu,6 Maret 2024.

Murtala bukan pemain baru dalam jaringan narkoba internasional. Pada 2019, dia pernah divonis empat tahun penjara karena terbukti melancarkan tindak pidana pencucian uang dalam kasus peredaran narkoba. Asetnya saat itu mencapai Rp142 milyar.

HAN REVANDA PUTRA

Pilihan Editor: Profil Windy Idol yang Terseret Kasus Pencucian Uang Sekretaris MA Hasbi Hasan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Beberapa WNI Tertangkap di Luar Negeri karena Jadi Kurir Narkoba

15 hari lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Beberapa WNI Tertangkap di Luar Negeri karena Jadi Kurir Narkoba

BNN tengah memantau penangkapan WNI di luar negeri karena diduga menjadi kurir narkoba, termasuk kasus di Osaka, Jepang.


Anggota DPR Singgung Operasi Escobar Fredy Pratama: PPATK Nyumbang Apa?

22 hari lalu

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, menyerahkan daftar rekomendasi tentang permasalahan aliran dana kepada Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana di Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta, Rabu, 26 Juni 2024. TEMPO/Savero Aristia Wienanto
Anggota DPR Singgung Operasi Escobar Fredy Pratama: PPATK Nyumbang Apa?

Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan menyinggung operasi pencarian Pablo Escobar Indonesia alias Fredy Pratama.


Kasus Fredy Pratama Jadi Temuan Paling Banyak dalam Sejarah PPATK

22 hari lalu

Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti jaringan narkoba Fredy Pratama berupa sabu, dan obatan-obatan terlarang di gedung Mabes Polri, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Kasus Fredy Pratama Jadi Temuan Paling Banyak dalam Sejarah PPATK

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menanggapi pertanyaan anggota DPR soal kinerja lembaganya dalam membantu menangkap buron narkoba Fredy Pratama.


Penangkapan Fredy Pratama Dibawah Kendali Polisi Thailand, Polri: Sudah Terdeteksi, Tinggal Menangkap

25 hari lalu

Foto Fredy Pratama dari red notice laman Web Interpol. Foto: interpol.int
Penangkapan Fredy Pratama Dibawah Kendali Polisi Thailand, Polri: Sudah Terdeteksi, Tinggal Menangkap

Mabes Polri menyatakan posisi gembong narkoba Fredy Pratama telah terdeteksi. Polisi Thailand tinggal menangkap saja.


Polda Aceh Siap Telusuri Harta Kekayaan Pelaku Narkoba: Kejar Sampai TPPU

39 hari lalu

Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko saat konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di Polda Aceh, Rabu, 5 Juni 2024. Foto: PID Polda Aceh
Polda Aceh Siap Telusuri Harta Kekayaan Pelaku Narkoba: Kejar Sampai TPPU

Selain tindakan preventif, Kapolda Aceh meminta pihaknya menelusuri harta kekayaan pelaku narkoba. Polda Aceh siap kejar dan terapkan TPPU.


Polri dan Kepolisian Thailand Tingkatkan Operasi Penangkapan Gembong Narkoba Fredy Pratama

40 hari lalu

Fredy Pratama. Foto/istimewa
Polri dan Kepolisian Thailand Tingkatkan Operasi Penangkapan Gembong Narkoba Fredy Pratama

10 personel anggota Polri yang mengawal Chaowalit juga tetap berada di Thailand dan ikut dalam operasi pengejaran Fredy Pratama.


Bara di Papua Makin Membara

42 hari lalu

Bara di Papua Makin Membara

Pada semester pertama tahun ini, angka kekerasan di Papua sudah setara dengan jumlah total kasus serupa pada tahun lalu.


Polda Aceh Bongkar Peredaran 31 Kilogram Sabu Jaringan Narkoba Internasional asal Thailand

43 hari lalu

Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko dalam konferensi pers pengungkapan peredaran gelap narkotika jenis sabu jaringan internasional, Thailand-Indonesia (Aceh), seberat 31 kg, di Aula Machdum Sakti Polda Aceh, Rabu, 5 Juni 2024. Humas Polda Aceh
Polda Aceh Bongkar Peredaran 31 Kilogram Sabu Jaringan Narkoba Internasional asal Thailand

Polda Aceh ungkap peredaran 31 Kilogram sabu jaringan narkoba internasional dari Thailand. Juga, amankan 370 kg ganja kering di dua lokasi.


Thailand Disebut Operasi Besar-besaran Tangkap Escobar Indonesia Fredy Pratama setelah Chaowalit Thongduang Dideportasi

43 hari lalu

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto Kadiv Hubinter Irjen Pol Khrisna Murti memberikan keterangan saat rilis pengungkapan perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan internasional Indonesia-Kamboja berupa penjualan organ tubuh di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 20 Juli 2023. Dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan 12 orang tersangka lintas profesi dengan barang bukti sebanyak 18 kartu ATM beserta buku tabungan, 16 paspor, uang tunai senilai Rp 950 juta, dan 15 buah handphone, dengan jumlah korban diperkirakan mencapai 122 orang. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Thailand Disebut Operasi Besar-besaran Tangkap Escobar Indonesia Fredy Pratama setelah Chaowalit Thongduang Dideportasi

"Perdana Menteri, Kepala Kepolisian dan Kepala Kehakiman berjanji kepada saya untuk melakukan operasi besar-besaran menangkap Fredy Pratama."


Buru Gembong Narkoba Fredy Pratama, Polri Akan Kirim Tim ke Thailand Hari Ini

44 hari lalu

Bareskrim Polri menunjukkan barang bukti jaringan narkoba Fredy Pratama berupa sabu, dan obatan-obatan terlarang di gedung Mabes Polri, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Buru Gembong Narkoba Fredy Pratama, Polri Akan Kirim Tim ke Thailand Hari Ini

Pengiriman tim gabungan Polri untuk tangkap Fredy Pratama itu dilakukan menyusul kerja sama penangkapan buron nomor satu Thailand Chaowalit.