Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Anak Perempuan di Tangsel Dianiaya Sekelompok Orang Hingga Trauma, Dikira Ikut Perang Sarung

image-gnews
Ilustrasi tawuran/perkelahian penganiayaan. Shutterstock
Ilustrasi tawuran/perkelahian penganiayaan. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Tangerang - N, anak perempuan berusia 12 tahun mengalami trauma karena menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di Tangerang Selatan (Tangsel). Hingga saat ini, anak itu enggan bertemu dengan orang yang tidak dikenal. 

CS alias N, ibunda anak korban itu geram dengan penganiayaan terhadap putrinya itu. "Yang pasti saya kecewa sekali dengan adanya kejadian ini. Saya mau proses hukumnya berjalan dengan baik," kata dia saat dijumpai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Ciputat, Tangsel, Sabtu 16 Maret 2024 petang ini. 

Ibu korban telah melaporkan penganiayaan terhadap anaknya ke Polres Tangerang Selatan. Menurut CS, Anak Berkonflik Hukum (ABH) yang bertikai pun telah diamankan. 

"Kemarin sih waktu di BAP anak pelaku sudah ada, dan memang random tidak kenal dengan anak saya," ujarnya. 

Pantauan di TKP penganiayaan dan pengeroyokan terhadap anak itu di Jalan Lombok, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Sabtu sore ini terpantau sepi. Lokasi tersebut berada di tengah pemukiman padat penduduk. 

Sejak kejadian pengeroyokan pada Rabu lalu itu, kata CS, keluarga ABH telah mendatanginya. Namun hal itu tidak menyurutkan pihaknya untuk tetap melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. 

"Sudah datang dan saya maafkan. tapi untuk proses hukum tetap harus dilanjutkan," kata dia. 

Ibu korban berharap kejadian ini tidak lagi terulang. Apalagi anak di usia dini masih memerlukan peran orang tua. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Saya berharapnya kejadian ini tidak lagi terulang, kejadian ini cukup membuat anak saya trauma dan tidak ingin bertemu dengan orang lain. Semoga ini menjadi pelajaran berharga buat dia," katanya. 

Pada saat dikonfirmasi, Juru Bicara Humas Polres Tangerang Selatan AKP Agil belum mengetahui kejadian ini. "lzin kami konfirmasi ke sumber," ujarnya.

Peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan terhadap anak perempuan itu terjadi pada Rabu lalu. Diduga pelaku menganiaya anak perempuan itu karena mengira dia ikut tawuran perang sarung

Pengeroyokan ini terjadi di Jalan Jombang, Ciputat. Dalam video yang beredar di media sosial terlihat anak perempuan berinisial N itu dipukuli hingga diinjak.

Ibu korban mengatakan saat kejadian anaknya sedang bermain dengan dua rekannya. Namun, tiba-tiba datang sekelompok remaja dan langsung memukuli anaknya itu dan merekam aksi kekerasan mereka.  "Tapi entah dari kubu bagian mana ada yang datang, nyerang anak saya dan rekan mainnya kemudian kabur. Itu terjadi Rabu kemarin," kata CS saat dihubungi, Jumat 16 Maret 2024. 

MUHAMMAD IQBAL

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Maraton, Kuasa Hukum I Wayan Suparta Laporkan Dugaan Penyiksaan 10 Polisi ke LPSK, Ombudsman dan Komnas HAM

4 hari lalu

Perwakilan kuasa hukum I Wayan Suparta, Muhammad Yahya Ihyaroza, melaporkan dugaan tindak penyiksaan yang dilakukan oleh 10 anggota dari Polres Klungkung Bali ke Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Defara
Maraton, Kuasa Hukum I Wayan Suparta Laporkan Dugaan Penyiksaan 10 Polisi ke LPSK, Ombudsman dan Komnas HAM

Kuasa hukum I Wayan Suparta secara maraton melaporkan dugaan penyiksaan oleh 10 polisi Polres Klungkung ke LPSK, Ombudsman dan Komnas HAM.


Pemuda Tewas Dibacok saat Tawuran di Cakung, Dua Pelaku Ditangkap

4 hari lalu

Pelaku tawuran di Cakung, Jakarta Timur, yang ditangkap polisi karena sebabkan seseorang tewas, Kamis, 18 Juli 2024. Sumber: Polsek Cakung
Pemuda Tewas Dibacok saat Tawuran di Cakung, Dua Pelaku Ditangkap

Polisi menangkap dua pelaku tawuran yang menyebabkan kematian pemuda di Cakung


Tawuran Berujung Maut di Ciracas, Polisi Tangkap Dua Pelaku

4 hari lalu

Ilustrasi tawuran. TEMPO/M. Iqbal Ichsan
Tawuran Berujung Maut di Ciracas, Polisi Tangkap Dua Pelaku

APR, 19 tahun, tewas dalam tawuran yang terjadi di Jalan H. Baping, Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur


Disiksa 3 Hari hingga Cacat Permanen, Kasus I Wayan Suparta Hanya Dikategorikan Penganiayaan Ringan

5 hari lalu

Perwakilan kuasa hukum I Wayan Suparta, Muhammad Yahya Ihyaroza, melaporkan dugaan tindak penyiksaan yang dilakukan oleh 10 anggota dari Polres Klungkung Bali ke Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Defara
Disiksa 3 Hari hingga Cacat Permanen, Kasus I Wayan Suparta Hanya Dikategorikan Penganiayaan Ringan

I Wayan Suparta sebelumnya telah melaporkan kasus ini ke Polda Bali. Namun petugas menganggap kasus ini hanya penganiayaan ringan.


Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Laporkan Ayah Eky ke Bareskrim Atas Dugaan Penganiayaan

5 hari lalu

Tim Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) melaporkan Rudiana, ayah dari Muhamad Rizky Rudiana (Eky), soal dugaan kesaksiaan palsu dan penganiayaan 7 terpidana kasus Vina Cirebon ke Bareskrim Mabes Polri pada Rabu, 17 Juli 2024.TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Laporkan Ayah Eky ke Bareskrim Atas Dugaan Penganiayaan

Terpidana kasus pembunuhan Vina melaporkan Rudiana yang adalah ayah Eky ke Bareskrim atas dugaan penganiayaan dan intimidasi.


Kronologi Pria di Bali Diduga Diciduk dan Disiksa 10 Polisi Selama 3 hari Hingga Cacat Permanen

5 hari lalu

Perwakilan kuasa hukum I Wayan Suparta, Muhammad Yahya Ihyaroza, melaporkan dugaan tindak penyiksaan yang dilakukan oleh 10 anggota dari Polres Klungkung Bali ke Propam Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Defara
Kronologi Pria di Bali Diduga Diciduk dan Disiksa 10 Polisi Selama 3 hari Hingga Cacat Permanen

Kronologi penangkapan dan penyiksaan oleh 10 anggota Polres Klungkung Bali terhadap I Wayan Suparta. Kasus ini dilaporkan ke Propam Mabes Polri.


Polisi Sebut Sekitar 20 Orang Terlapor di Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Pemuda Duren Sawit

6 hari lalu

Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Nicolas Ary Lilipaly ditemui di Polres Metro Jakarta Timur, Rabu, 7 Februari 2024. Tempo/Novali Panji
Polisi Sebut Sekitar 20 Orang Terlapor di Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Pemuda Duren Sawit

Dugaan penyekapan dan penganiayaan seorang pemuda di kafe Duren Sawit, polisi menyebutkan ada sekitar 20 orang terlapor.


Polisi Tangkap 7 Remaja di Palmerah Hendak Tawuran Pakai Senjata Tajam dan Molotov

6 hari lalu

Puluhan warga RW 01 dan RW 02 terlibat tawuran di kawasan Jalan Basuki Rahmat (Bassura) Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa, 9 Juli 2024. Foto: ANTARA/HO
Polisi Tangkap 7 Remaja di Palmerah Hendak Tawuran Pakai Senjata Tajam dan Molotov

Remaja yang hendak tawuran di Palmerah berupaya melarikan diri saat mau ditangkap.


Kasus Penyiksaan dan Penyekapan Pemuda Duren Sawit, Polisi Sudah Periksa Korban Sebagai Saksi

6 hari lalu

Pemuda berinisial MRR (23 tahun) diduga mengalami penyiksaan dan penyekapan di sebuah cafe di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Kuasa hukum korban, Muhamad Normansyah, menunjukkan foto bukti kekerasan di tubuh korban di Polsek Duren Sawit pada Sabtu, 6 Juli 2024. Tempo/Yohanes Maharso
Kasus Penyiksaan dan Penyekapan Pemuda Duren Sawit, Polisi Sudah Periksa Korban Sebagai Saksi

Polisi sudah periksa seorang pemuda yang diduga menjadi korban penyiksaan dan penyekapan di Duren Sawit.


Usut Pengeroyokan di Sidang Syahrul Yasin Limpo, Polisi akan Panggil Satpam PN Jakpus

6 hari lalu

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.  TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Usut Pengeroyokan di Sidang Syahrul Yasin Limpo, Polisi akan Panggil Satpam PN Jakpus

Kedua tersangka pengeroyokan terhadap wartawan usai sidang Syahrul Yasin Limpo itu ditangkap pada 12 Juli 2024