Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menurut Hasil Riset Terdapat 4 Jenis Mutilasi

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com
Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Korban dan pelaku pembunuhan disertai mutilasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga menderita gangguan mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Peristiwa pembunuhan yang viral ini terjadi pada Minggu, 30 Juni 2024.

"Tersangka sedang diperiksa oleh ahli kesehatan jiwa di rumah sakit," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut, Ajun Komisaris Ari Rinaldo, Rabu, 3 Juli 2024. 

Menurut Aulia Iskandarsyah, seorang dosen di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad), mutilasi atau tindakan memotong-motong tubuh korban bisa dilakukan secara spontan atau direncanakan. Dalam konteks kriminal, terdapat empat kategori mutilasi berdasarkan riset.

Kategori pertama adalah defensive mutilation, yang bertujuan untuk menghilangkan tubuh korban sekaligus mempersulit proses identifikasi. Jenis kedua adalah aggressive mutilation, di mana pelaku melakukan mutilasi dalam keadaan marah.

Kategori ketiga, offensive mutilation, sering ditemukan dalam kasus pembunuhan karena nafsu atau pembunuhan nekrosadis. Dalam kasus ini, seorang nekrofil mungkin memiliki dorongan untuk membunuh dan melakukan aktivitas seksual dengan mayat. Pelakunya juga bisa merupakan seorang sadis seksual yang memiliki kebutuhan untuk melakukan aktivitas seksual sambil menimbulkan rasa sakit, penghinaan, atau kematian pada korban.

Kategori keempat adalah necromanic mutilation yang dilakukan pada mayat. Dalam hal ini, aspek psikologis yang perlu diperhatikan adalah motif pelaku dalam melakukan pembunuhan dan memutilasi tubuh korban. Menurut Aulia, dengan memahami motif dan tindakan pelaku, kita dapat mengidentifikasi apakah pelaku merupakan seorang kriminal yang bertujuan menghilangkan bukti atau seseorang dengan gangguan kejiwaan berat yang mendorongnya melakukan hal-hal di luar kewajaran.

Motif yang mendorong seseorang melakukan mutilasi dapat bervariasi. Salah satunya adalah untuk menyingkirkan atau menghilangkan tubuh korban. Selain itu, kemarahan besar juga bisa menjadi pemicu, di mana pelaku ingin menghancurkan korban. Faktor lain termasuk gangguan psikologis, seperti necromantic mutilation yang dilakukan pada mayat untuk tujuan seksual atau sebagai simbol atau trofi yang memberikan kepuasan bagi pelaku.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam beberapa kasus dan temuan penelitian sebelumnya, mutilasi dapat dilakukan secara spontan oleh pelaku kepada pacar, istri, anak, atau keluarga. Latar belakangnya bisa bermula dari kesalahpahaman, pertengkaran rumah tangga, atau konflik sepele. Namun, pada kasus pembunuhan mutilasi yang bertujuan untuk mengambil alih harta benda korban, kebanyakan adalah pembunuhan yang direncanakan dengan niat untuk menghilangkan jejak.

Secara rinci, kategori defensive mutilation bertujuan untuk menghilangkan tubuh korban sekaligus mempersulit proses identifikasi. Pelaku mungkin membuang bagian tubuh korban di berbagai lokasi atau memotong-motong tubuh korban untuk mempersulit penyelidikan. Jenis aggressive mutilation dilakukan ketika pelaku berada dalam kondisi emosional yang tinggi, seperti marah. Dalam situasi ini, mutilasi dilakukan sebagai ekspresi kemarahan yang intens terhadap korban.

Kategori offensive mutilation sering ditemukan dalam kasus pembunuhan yang dilakukan karena dorongan nafsu atau nekrosadis. Nekrofil dalam hal ini memiliki keinginan untuk membunuh dan berhubungan seksual dengan mayat. Pelaku bisa juga seorang sadis seksual yang menikmati aktivitas seksual sambil menimbulkan rasa sakit atau penghinaan pada korban. Tindakan ini bisa dilihat sebagai perpaduan antara kebutuhan seksual dan dorongan untuk mendominasi dan mengontrol korban secara ekstrem.

Necromanic mutilation adalah jenis mutilasi yang dilakukan pada mayat dengan tujuan tertentu, seringkali seksual. Tindakan ini bisa jadi merupakan hasil dari gangguan psikologis yang serius, di mana pelaku merasa terdorong untuk melakukan mutilasi pada mayat untuk mendapatkan kepuasan seksual atau sebagai bentuk simbolis yang memberikan rasa kepuasan tertentu bagi pelaku. Dalam kasus ini, motif pelaku seringkali sulit dipahami dan membutuhkan penilaian psikologis mendalam untuk memahami dorongan yang mendasari tindakan mereka.

Secara umum, motif di balik tindakan mutilasi bisa sangat kompleks dan bervariasi dari satu kasus ke kasus lainnya. Dalam beberapa kasus, mutilasi dilakukan untuk menyembunyikan bukti kejahatan atau menghilangkan jejak korban, sementara dalam kasus lain, tindakan tersebut dilakukan karena dorongan emosional atau gangguan psikologis. 

EIBEN HEIZIER | ANWAR SISWADI
Pilihan editor: 2 Fakta di Balik Peristiwa Mutilasi di Garut

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Trump Disambut Bak Pahlawan Saat Tampil Perdana Usai Ditembak

7 jam lalu

Trump Disambut Bak Pahlawan Saat Tampil Perdana Usai Ditembak

Trump tampil perdana dengan telinga diperban usai lolos dari percobaan pembunuhan.


Selain Donald Trump, Percobaan Pembunuhan Pernah Dialami Ronald Reagan dan George W Bush

11 jam lalu

Kandidat presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump dikawal agen Secret Service setelah tertembak saat kampanye di Butler Farm Show di Butler, Pennsylvania, AS, 13 Juli 2024. Pemuda berusia 20 tahun bernama Thomas Matthew Crooks melepaskan tembakan jarak jauh yang menyerempet telinga Trump. REUTERS/Brendan McDermid
Selain Donald Trump, Percobaan Pembunuhan Pernah Dialami Ronald Reagan dan George W Bush

Peluru mengenai leher dan kepala saat John F Kennedy melakukan perjalanan melalui Dallas, Texas. Jauh sebelum penembakan kepada Donald Trump.


Pria di Kenya Mutilasi 42 Wanita, Salah Satunya adalah Sang Istri

12 jam lalu

Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com
Pria di Kenya Mutilasi 42 Wanita, Salah Satunya adalah Sang Istri

Polisi Kenya menangkap seorang pria yang diduga memutilasi 42 wanita. Salah satu korban pembunuh berantai itu adalah istrinya.


Alec Baldwin Bebas dari Kasus Pembunuhan Tak Disengaja di Lokasi Syuting Film, Ini Peristiwanya

18 jam lalu

Aktor Hollywood Alec Baldwin menangis setelah mendengar putusan sidang kasus pembunuhan tidak disengaja di Pengadilan Distrik Santa Fe County di Santa Fe, New Mexico, 12 Juli 2024. Baldwin tak kuasa menahan tangis selepas hakim menolak kasus pembunuhan tak sengaja yang dilayangkan terhadapnya atas penembakan fatal yang menewaskan sinematografer film Halyna Hutchins di lokasi syuting film Rust pada Oktober 2021. RAMSAY DE GIVE/Pool via REUTERS
Alec Baldwin Bebas dari Kasus Pembunuhan Tak Disengaja di Lokasi Syuting Film, Ini Peristiwanya

Alec Baldwin dinyatakan bebas dari kasus pembunuhan tidak sengaja di lokasi syuting film Rust. Ini kejadian tragis pada 2021.


Tak Hanya Donald Trump, Inilah Daftar Presiden AS yang Pernah Mengalami Percobaan Pembunuhan

18 jam lalu

Mantan Presiden AS Ronald Reagan berbicara di sebuah reli untuk Senator Durenberger 8 Februari 1982. Ronald Reagan   meninggal di usia 93 tahun pada tanggal 6 Februari 2004. Ronald Reagan adalah salah satu dari sekian presiden Amerika yang pernah tertembak namun Ronald Reagan selamat, peristiwa itu terjadi pada tahun 1981 Presiden Amerika ke-40 ini pernah nyaris terbunuh oleh peluru yang hampir mengenai jantungnya. Selama di rawat, Reagan merubah suasana kesedihan menjadi suasana gembira karena Reagan suka bersenda gurau. (Getty Images/Michael Evans)
Tak Hanya Donald Trump, Inilah Daftar Presiden AS yang Pernah Mengalami Percobaan Pembunuhan

Berikut adalah daftar beberapa presiden AS yang pernah mengalami percobaan pembunuhan, termasuk Donald Trump.


KJRI Frankfurt Akan Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI Korban Pembunuhan di Jerman

18 jam lalu

Ilustrasi peti jenazah. deathandtaxesmag.com
KJRI Frankfurt Akan Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI Korban Pembunuhan di Jerman

Seorang WNI berusia 34 tahun diduga merupakan korban pembunuhan setelah ditemukan tewas di kediamannya di Jerman.


Top 3 Dunia: Nahdliyin Bertemu Presiden Israel Hingga Seleb TikTok Cina Dimutilasi

21 jam lalu

TikToker Cina, Yan Ruimin.  Xiaohongshu/Ruimi
Top 3 Dunia: Nahdliyin Bertemu Presiden Israel Hingga Seleb TikTok Cina Dimutilasi

Berita Top 3 Dunia pada Senin 15 Juli 2024 diawali oleh kabar Kemlu menolak berkomentar soal kunjungan lima orang Nahdliyin bertemu Presiden Israel


Dilaporkan Hilang, Seleb TikTok Cina Ditemukan Termutilasi di Thailand

1 hari lalu

TikToker Cina, Yan Ruimin.  Xiaohongshu/Ruimi
Dilaporkan Hilang, Seleb TikTok Cina Ditemukan Termutilasi di Thailand

Polisi Thailand yakin sisa-sisa jasad yang ditemukan adalah milik TikTokers Cina berusia 38 tahun, Yan Ruimin.


Melania Trump Mengutuk Upaya Pembunuhan Suaminya

1 hari lalu

Donald Trump berjalan di samping ibu negara Melania Trump saat ia berangkat dari Joint Base Andrews, Maryland, AS, Rabu, 20 Januari 2021. Trump menaiki helikopter Marine One untuk meninggalkan Gedung Putih. REUTERS/Carlos Barria
Melania Trump Mengutuk Upaya Pembunuhan Suaminya

Melania Trump menyerukan warga Amerika Serikat agar bersatu setelah ada upaya pembunuhan pada Donald Trump.


WNI di Jerman Tewas dengan 30 Luka Tusukan, Diduga Dibunuh Sang Suami

1 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan dengan senjata tajam. news18.com
WNI di Jerman Tewas dengan 30 Luka Tusukan, Diduga Dibunuh Sang Suami

KJRI Frankfurt mengatakan akan memfasilitasi pemulangan jenazah YCH, seorang WNI yang ditemukan tewas di Jerman.