Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sidang Kasus Timah, Kakak Toni Tamsil Akui Terima Titipan Dokumen Smelter Aon dan Sembunyikan Uang

image-gnews
Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung menahan Toni Tamsil (TT) alias Akhi di Lapas Kelas II A Tua Tunu Kota Pangkalpinang, karena melakukan Obstruction of Justice kasus timah di Bangka. Dok. istimewa
Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung menahan Toni Tamsil (TT) alias Akhi di Lapas Kelas II A Tua Tunu Kota Pangkalpinang, karena melakukan Obstruction of Justice kasus timah di Bangka. Dok. istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Pangkalpinang - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan kakak kandung terdakwa Toni Tamsil yang bernama Taskin sebagai saksi dalam lanjutan sidang perkara perintangan kasus timah di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Kamis, 4 Juli 2024.

Dalam persidangan, Taskin mengaku menerima titipan dokumen dari Manager Operasional CV Venus Inti Perkasa (VIP) Achmad Albani untuk disimpan di kantor perusahaan perkebunan sawit milik Tamron Tamsil alias Aon CV Mutiara Alam Lestari (MAL).

"Sekitar tanggal 29 Desember 2023 saya dihubungi Albani dan minta dititipkan dokumen di CV MAL. Saya setuju namun tidak tahu itu dokumen apa. Albani hanya menyebutkan mau menitipkan dokumen saja," ujar Taskin yang juga memegang jabatan direktur di perusahaan peleburan timah (Smelter) PT Menara Cipta Mulia (MCM).

Taskin mengaku tidak mengetahui kapan Albani yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus tata niaga timah itu mengirimkan dokumen tersebut. Pada saat dokumen diantar, kata Taskin, yang menerima dokumen adalah anak buahnya Yuliana Fransiska alias Ayung.

"Sebelum dokumen itu dititipkan ke CV MAL, saya tidak tahu disimpan dimana. Beberapa hari sejak dihubungi Albani, saya menerima informasi bahwa dokumen sudah dititipkan dan yang menerima Yuliana," ujar dia.

Menurut Taskin, dia kemudian mengambil inisiatif untuk memindahkan dokumen titipan dari Achmad Albani ke rumah Toni Tamsil dengan alasan takut dokumen resmi CV MAL bercampur dengan dokumen yang dititipkan Achmad Albani.

"Saya tidak mau dokumen dari Albani dititipkan di rumah saya karena saat itu tidak ada orang. Saya kemudian menghubungi adik saya (Toni Tamsil) agar titipan Albani disimpan di rumahnya. Toni tidak menolak saat diminta penitipan," ujar dia.

Taskin menuturkan dia kemudian menghubungi anak buahnya Yuliana Fransiska alias Ayung meminta dokumen yang dititipkan Achmad Albani dititipkan di rumah Toni Tamsil. "Yang mengantar ke rumah Toni saya tidak tahu siapa saja. Dokumen itu ditaruh didalam mobil Xpander kemudian dibawa ke rumah Toni karena parkiran di rumahnya luas," ujar dia.

Selain dokumen, Taskin juga menyebutkan bahwa menitipkan uang pribadi miliknya di CV MAL sebesar lebih dari Rp 1 miliar agar dititipkan ke rumah Toni karena takut disita jaksa. "Itu uang pribadi. Takut uang itu ikut disita penyidik Kejagung jadi saya titipkan di rumah Toni bersamaan dengan dokumen titipan Albani," ujar dia.

Taskin dengan tegas menolak tuduhan bahwa dia sengaja menyembunyikan dokumen penting CV VIP dan PT MCM itu seperti tuduhan penyidik. Dia beralasan hanya menitipkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Tidak ada niat untuk menyembunyikan. Itu hanya dititipkan saja di rumah Toni. Dokumen dari Albani dititipkan karena saya tidak mau dokumen dia bercampur dengan dokumen CV MAL dan uang saya titipkan karena takut disita karena itu uang pribadi," ujar dia.

Kuasa Hukum Toni Tamsil, Jhohan Adhi Ferdian mengatakan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa tersebut justru membuka fakta bahwa tuduhan Toni Tamsil melakukan upaya menghalangi penyidikan tidak benar.

"Itukan sudah jelas dari keterangan para saksi. Tidak ada upaya untuk menyembunyikan apa pun. Toni dititipkan dokumen dan mobil. Apa isinya tidak tahu karena Toni tidak pernah membuka, tidak pernah melihat, tidak pernah mengecek dalam mobil dan kuncinya tidak tahu," ujar dia.

Jhohan menyebutkan pihaknya akan menyiapkan saksi ahli setelah melihat fakta-fakta jalannya persidangan yang sudah digelar sebanyak empat kali tersebut. 

"Sebenarnya bagaimana perkara ini, saya rasa teman-teman wartawan yang mengikuti persidangan tahu sendiri lah. Saksi dari ketua RT dan Sekretaris Lurah Koba juga mengatakan mereka tidak pernah ditunjukkan surat perintah penggeledahan. Ini sebetulnya sudah melanggar prosedur," ujar dia.

Jhohan menambahkan sorotan penyidik atas upaya menggembok toko oleh Toni Tamsil juga terbantahkan karena saksi-saksi yang dihadirkan sudah menyatakan kunci gembok sudah puluhan tahun dan harus dibuka dari dalam.

"Saksi Delvina dari tetangga toko sudah mengatakan bahwa untuk masuk ke toko Toni Tamsil harus melewati tokonya kemudian naik tangga dan turun masuk kedalam baru bisa membuka. Sementara penyidik tidak pernah menanyakan ke Delvina yang bersebelahan bagaimana masuk ke dalam toko," ujar dia.

Dalam persidangan hari ini, saksi yang ikut dihadirkan jaksa dalam persidangan adalah kakak kandung Toni Tamsil, Taskin, tiga karyawan toko milik Toni Tamsil yang bernama Ade Zahwariah, Min Hao dan Erwin Erdianto, Ketua Rukun Tetangga (RT) 19 Muk Sian, Sekretaris Lurah Koba Junaidi dan tetangga dekat toko milik Toni Tamsil bernama Delvina.

Pilihan Editor: Sidang Perintangan Kasus Korupsi Timah, Jaksa Hadirkan Istri Toni Tamsil dan Politikus Golkar Anggota DPRD

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tangan Harvey Moeis Terborgol, Kejaksaan Tunjukkan Barang Bukti Tumpukan Uang Miliaran dan Deretan Mobil Mewah

6 jam lalu

Petugas Kejaksaan melihat barang bukti berupa uang Rupiah, Dollar Singapura dan tas branded saat pelimpahan tahap dua kasus dugaan korupsi Timah di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2024. Kejaksaan Agung melakukan pelimpahan tahap II kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022, dengan tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim serta barang bukti sejumlah unit/bidang tanah dan bangunan, sejumlah mobil mewah, tas branded, perhiasan dan logam mulia, uang miliaran rupiah, jutaan dollar Singapura dan ratusan Dollar AS. TEMPO/M Taufan Rengganis
Tangan Harvey Moeis Terborgol, Kejaksaan Tunjukkan Barang Bukti Tumpukan Uang Miliaran dan Deretan Mobil Mewah

Kejaksaan Agung melimpahkan tersangka korupsi timah Harvey Moeis dan Helena Lim beserta barang bukti ke Kejari Jaksel.


Masih Ada 4 Tersangka Korupsi Timah yang Belum Dilimpahkan ke Penuntut Umum

12 jam lalu

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar (kedua kiri) bersama Kepala Kejari Jakarta Selatan Haryoko Ari Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers saat pelimpahan tahap dua kasus dugaan korupsi Timah di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2024. Kejaksaan Agung melakukan pelimpahan tahap II kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022, dengan tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim serta barang bukti sejumlah unit/bidang tanah dan bangunan, sejumlah mobil mewah, tas branded, perhiasan dan logam mulia, uang miliaran rupiah, jutaan dollar Singapura dan ratusan Dollar AS. TEMPO/M Taufan Rengganis
Masih Ada 4 Tersangka Korupsi Timah yang Belum Dilimpahkan ke Penuntut Umum

Kejaksaan Agung berjanji akan segera melimpahkan empat tersangka korupsi timah tersebut ke penuntut umum Kejari Jaksel.


Daftar Aset Harvey Moeis dan Helena Lim yang Jadi Barang Bukti Kasus Korupsi Timah

17 jam lalu

Petugas kejagung berada di dekat barang bukti berupa mobil  mewah saat pelimpahan tahap dua kasus dugaan korupsi Timah di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2024. Kejaksaan Agung melakukan pelimpahan tahap II kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022, dengan tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim serta barang bukti sejumlah unit/bidang tanah dan bangunan, sejumlah mobil mewah, tas branded, perhiasan dan logam mulia, uang miliaran rupiah, jutaan dollar Singapura dan ratusan Dollar AS. TEMPO/M Taufan Rengganis
Daftar Aset Harvey Moeis dan Helena Lim yang Jadi Barang Bukti Kasus Korupsi Timah

Aset Harvey Moeis dan Helena Lim yang jadi barang bukti, dari Ferari, tas branded hingga logam mulia


Sri Mulyani Sebut Simbara Tingkatkan PNBP Minerba, Tahun Lalu 18 Persen di Atas Target

19 jam lalu

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (tengah), Menteri ESDM Arifin Tasrif (kedua kanan), Menkeu Sri Mulyani (kedua kiri), Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (kanan) berfoto bersama usai peluncuran dan sosialisasi implementasi komoditas nikel dan timah melalui Sistem Informasi Mineral dan Batubara antara Kementerian dan Lembaga (Simbara) di Jakarta, Senin 22 Juli 2024. Pemerintah resmi meluncurkan implementasi nikel dan timah melalui Simbara untuk mendongkrak perekonomian nasional yang berasal dari melimpahnya cadangan dua komoditas tersebut. TEMPO/Tony Hartawan
Sri Mulyani Sebut Simbara Tingkatkan PNBP Minerba, Tahun Lalu 18 Persen di Atas Target

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan keberadaan Simbara meningkatkan penerimaan negara bukan pajak batu , tahun lalu mencapai 18 persen di atas target. Tahun ini Simbara diluncurkan untuk nikel dan timah


Barang Bukti Kasus Korupsi Timah Harvey Moeis dan Helena Lim, Tumpukan Uang hingga Mobil Mewah

20 jam lalu

Petugas Kejaksaan melihat barang bukti berupa uang Rupiah, Dollar Singapura dan tas branded saat pelimpahan tahap dua kasus dugaan korupsi Timah di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2024. Kejaksaan Agung melakukan pelimpahan tahap II kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022, dengan tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim serta barang bukti sejumlah unit/bidang tanah dan bangunan, sejumlah mobil mewah, tas branded, perhiasan dan logam mulia, uang miliaran rupiah, jutaan dollar Singapura dan ratusan Dollar AS. TEMPO/M Taufan Rengganis
Barang Bukti Kasus Korupsi Timah Harvey Moeis dan Helena Lim, Tumpukan Uang hingga Mobil Mewah

Kejagung menunjukkan barang bukti kasus dugaan korupsi timah milik tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim.


88 Tas Branded Jadi Barang Bukti Kasus Harvey Moeis, Kuasa Hukum Sebut Sandra Dewi Keberatan

21 jam lalu

Petugas Kejaksaan merapihkan barang bukti berupa uang Rupiah, Dollar AS dan tas branded saat pelimpahan tahap dua kasus dugaan korupsi Timah di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2024. Kejaksaan Agung melakukan pelimpahan tahap II kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022, dengan tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim serta barang bukti sejumlah unit/bidang tanah dan bangunan, sejumlah mobil mewah, tas branded, perhiasan dan logam mulia, uang miliaran rupiah, jutaan dollar Singapura dan ratusan Dollar AS. TEMPO/M Taufan Rengganis
88 Tas Branded Jadi Barang Bukti Kasus Harvey Moeis, Kuasa Hukum Sebut Sandra Dewi Keberatan

Penyidik Kejagung telah melimpahkan dua tersangka kasus korupsi timah Harvey Moeis dan Helena Lim ke Kejari Jaksel.


Kasus Korupsi Timah Harvey Moeis dan Helena Lim Segera Disidangkan

23 jam lalu

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar (kedua kiri) bersama Kepala Kejari Jakarta Selatan Haryoko Ari Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers saat pelimpahan tahap dua kasus dugaan korupsi Timah di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2024. Kejaksaan Agung melakukan pelimpahan tahap II kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022, dengan tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim serta barang bukti sejumlah unit/bidang tanah dan bangunan, sejumlah mobil mewah, tas branded, perhiasan dan logam mulia, uang miliaran rupiah, jutaan dollar Singapura dan ratusan Dollar AS. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kasus Korupsi Timah Harvey Moeis dan Helena Lim Segera Disidangkan

Hal ini ditandai dengan penyerahan tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim, beserta barang bukti oleh penyidik Jampidsus ke penuntut Kejari Jaksel.


Kejagung Limpahkan 2 Tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim di Kasus Korupsi Timah Hari Ini

23 jam lalu

Suami dari aktris Sandra Dewi, Harvey Moeis (kiri) mengenakan rompi tahanan berwarna pink setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 sampai 2022, di Gedung Kejagung, Rabu, 27 Maret 2024.  Humas Kejagung
Kejagung Limpahkan 2 Tersangka Harvey Moeis dan Helena Lim di Kasus Korupsi Timah Hari Ini

Harvey Moeis dan Helena Lim turun dari kendaraan dan memasuki gedung Kejaksaan Negeri Selatan, pada Senin pagi.


Sejumlah Menteri Kabinet Jokowi Luncurkan Simbara untuk Komoditas Nikel dan Timah

1 hari lalu

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, resmi memperkenalkan Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan yang baru di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis sore, 18 Juli 2024. TEMPO/Ilona
Sejumlah Menteri Kabinet Jokowi Luncurkan Simbara untuk Komoditas Nikel dan Timah

Beberapa menteri kabinet Jokowi hadir meresmikan peluncuran Simbara untuk komoditas nikel dan timah, ada Luhut Binsar Pandjaitan hingga Sri Mulyani.


Pengacara Sebut Aset Harvey Moeis Atas Nama Sandra Dewi Hanya Mini Cooper

9 hari lalu

Mobil Mini Cooper S Countryman F 60 dan 1 unit mobil Rolls Royce milik Harvey Moeis terparkir di halaman Kejaksaan Agung RI, Selasa, 2 April 2024. Kejaksaan Agung menyita dua mobil mewah dari kediaman Harvey Moeis, suami dari Sandra Dewi, yang jadi tersangka tindak pidana korupsi tata niaga timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 hingga 2022. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Pengacara Sebut Aset Harvey Moeis Atas Nama Sandra Dewi Hanya Mini Cooper

Pengacara Sandra Dewi, Harris Arthur Hedar, membantah kliennya menguasai banyak aset milik Harvey Moeis.