TEMPO.CO, Jakarta - Eks pegawai KPK Giri Suprapdiono dinyatakan lulus pada seleksi tertulis calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK). Nama Giri tercantum dalam surat pengumuman Pansel Capim KPK Nomor 47/PANSEL-KPK/08/2024 pada Kamis lalu, 8 Agustus 2024.
Ketua Pansel KPK Muhammad Yusuf Ateh mengatakan terdapat 229 peserta yang mengikuti tes tertulis dari 236 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi administrasi. "Dari jumlah peserta tes tertulis tersebut kami pansel menyatakan lulus masing-masing sebanyak 40 orang calon pimpinan KPK dan 40 orang calon Dewas KPK," kata Ateh di Gedung Sekretarian Negara, Jakarta Pusat, Kamis lalu.
Giri Suprapdiono lahir di Ponorogo, Jawa Timur, pada 9 Juli 1974. Sebelum mendaftarkan diri sebagai Capim KPK, Giri pernah menjabat sebagai Direktur Gratifikasi KPK. Ia dilantik oleh Abraham Samad yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua KPK.
Giri Suprapdiono juga pernah menjabat sebagai Koordinator Kerja Sama International di Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK sebelum menjadi Direktur Gratifikasi.
Selama berkarier di KPK, Giri pernah mengerjakan berbagai kasus, di antaranya kasus gratifikasi pada penjual lahan untuk rumah susun di Cengkareng Barat, Jakarta sebesar Rp 9,6 miliar dalam bentuk pecahan mata uang asing.
Karier Giri Suprapdiono di KPK tidak berumur panjang. Sebab, Giri sebagai Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK masuk dalam 57 korban pemecatan massal pegawai KPK gara-gara dinyatakan tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Padahal, saat itu ia adalah pegawai KPK yang acap memberikan pengajaran tentang wawasan kebangsaan di sejumlah lembaga.
Tidak lulusnya Giri kala itu, sontak mendapatkan respons dari publik, salah satunya musisi Iwan Fals. Melalui akun Twitter-nya, kini X, Iwan Fals membagikan tangkapan layar berita profil Giri sebagai pegawai KPK yang sering memberikan pengajaran tentang TWK. Pelantun tembang Tikus Tikus Kantor itu merasa aneh. “Aneh juga ya,” tulisan Iwan lewat akun Twitter-nya, Ahad, 30 Mei 2021 lalu.
Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah juga pernah bersuara soal Giri. Febri mengatakan ada satu pegawai KPK yang tak lulus TWK. Padahal, sosok tersebut merupakan lulusan terbaik pelatihan kepemimpinan nasional II angkatan XVII di Lembaga Administrasi Negara. Pada Desember 2020, sosok tersebut juga menerima penghargaan Makarti Bhakti Nagari Award.
Giri telah bekerja di KPK selama 16 tahun sejak 2005. Sejumlah jabatan pernah diampu, di antaranya Direktur Gratifikasi KPK, serta Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat. Selain itu, di sela kesibukannya lulusan Institut Teknologi Bandung itu sering menjadi pembicara untuk topik wawasan kebangsaan di berbagai lembaga, seperti Lembaga Pertahanan Nasional, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat dan Sespim Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
Rekam jejak Giri Suprapdiono nya di bidang ‘wawasan kebangsaan’ itulah yang mungkin membuatnya percaya diri untuk menerima tantangan netizen berdebat dengan Ketua KPK saat itu, Firli Bahuri.
MUTIA YUANTISYA dan HENDRIK KHOIRUL MUHID berkontribusi dalam artikel ini.
Pilihan Editor: Polisi Gerebek Toko Kosmetik Penjual Obat-Obatan Terlarang di Muara Angke, Diedarkan ke Serang