Rumah Sakit Tangerang Selatan Akan Dibangun di Pamulang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tangerang - Karena gagal mendapatkan lahan di Pondok Cabe untuk pembangunan rumah sakit umum daerah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalihkan lokasi pembangunannya ke Pamulang. Lahan untuk membangun rumah sakit itu terletak di sekitar Puskemas Pamulang dan kantor kecamatan Pamulang. Kantor dan instansi yang ada di lokasi tersebut akan digusur.

    ”Puskemas Pamulang Kantor Kecamatan, dan beberapa kantor dinas bakal dipindahkan,” ujar Kepala Dinas Kota Tangerang Selatan, Dadang M.Epid.

    Dadang mengatakan rumah sakit tersebut akan diberi nama “Assholihin”. Menurut dia, Pemerintah Provinsi Banten telah memberi restu pembangunan rumah sakit ini. Gambar desain rmah sakit berlantai empat ini juga sudah jadi. ”Rencananya peletakan batu pertama akan dilaksanakan bulan depan.” kata Dadang.

    Total luas lahan yang ada saat ini adalah empat hektar. Sementara dana pembangunannya berasal dari APBN sebesar Rp160 miliar. Terdiri dari Rp 20 miliar untuk pembangunan fisiknya dan Rp140 miliar untuk alat-alat kesehatan dan fasilitas penunjang lainnya.

    Sementara pusat pemerintahan yang tergusur akan dipindahkan ke wilayah Kecamatan Ciputat sesuai dengan undang-undang pembentukan Kota Tangerang Selatan. “Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap agar bisa terlaksana seiring dengan jadinya RSUD, pusat pemerintahan juga sudah siap,” jelas Dadang.

    Sebelumnya pemerintah daerah ini berencana membangun rumah sakit di Pondok Cabe. Namun lahan seluas 1,8 hektar yang ada masih bermasalah. Lahan yang dibebaskan pada tahun 90-an oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang tersebut belum bersertifikat atas nama Kabupaten Tangerang.

    Status lahan masih bervariasi seperti tanah girik, tanah bersertifikat, atau tanah yang berakta jual beli saja. Hal inilah yang membuat Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalihkan pembangunannya ke Pamulang.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.