Pertigaan Jalan Satrio-Jalan Rasuna Said Ditutup Mulai Minggu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang di Jl. DR. Satrio, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    Proyek pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang di Jl. DR. Satrio, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Mulai Minggu, 11 September 2011, pengendara yang melintasi Jalan Prof Dr Satrio dari arah Tanah Abang tak bisa lagi belok kiri menuju Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Sebab, ruas jalan tersebut akan ditutup sebagai imbas pembangunan jalan layang non-tol Tanah Abang-Kampung Melayu.

    “Penutupan akan berlangsung selama tiga bulan,” kata Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Latief Usman, Jumat, 9 September 2011.

    Sebagai alternatif, kata dia, Kepolisian menyiapkan Jalan Denpasar Raya Utara bagi pelintas yang ingin ke Jalan HR Rasuna Said. Jalan Denpasar Raya Utara terletak di belakang Kedutaan Besar Malaysia atau setelah pengendara melintasi Hotel Manhattan. Dari jalan tersebut, pengendara bisa menuju Jalan HR Rasuna Said di jalur yang mengarah ke Menteng.

    Latief mengatakan pelaksana proyek sebelumnya meminta tikungan tersebut ditutup lebih cepat. Namun usulan tersebut ditolak oleh Kepolisian karena, baik Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, dan pelaksana proyek, belum melakukan sosialisasi atas penutupan tersebut. “Kami minta dilakukan sosialisasi terlebih dahulu agar masyarakat tahu jalan itu akan ditutup,” ujarnya.

    Dia mengatakan jika memang diperlukan, Kepolisian akan menambah personel penjagaan untuk mengantisipasi penutupan jalan tersebut. “Terutama pada jam-jam padat, berangkat dan pulang kantor,” ujarnya.

    Sedangkan untuk tikungan dari Jalan HR Rasuna Said menuju Jalan Satrio, kata Latief, pelaksana proyek berjanji akan membuka blokir jalan pada 21 September 2011. Tikungan itu hingga saat ini masih tertutup dan tak bisa dilalui kendaraan.

    ANANDA BADUDU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.