Kuota Gas SPBG Pinang Ranti Habis Besok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Transjakarta (busway) saat mengisi bahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Auri, Pancoran, Jakarta. [TEMPO/ Dwianto Wibowo]

    Bus Transjakarta (busway) saat mengisi bahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Auri, Pancoran, Jakarta. [TEMPO/ Dwianto Wibowo]

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kuota bahan bakar gas (BBG) untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas Pinang Ranti, Jakarta Timur, bakal habis pada Jumat, 23 September 2011. Perjalanan tiga koridor bus Transjakarta yang mengisi BBG rutin di SPBG ini pun terancam terganggu. "Pada tanggal 23 nanti, kuota gas mencapai batas, tetapi ini hanya di SPBG Pinang Ranti," kata Kepala Badan Layanan Umum Transjakarta, M. Akbar, Rabu, 21 September 2011.

    SPBG Pinang Ranti yang disalurkan melalui T Energi ini melayani armada bus Tranjakarta koridor V (Kampung Melayu-Ancol), koridor IX (Pinang Ranti-Pluit), dan koridor X (Cililitan-Tanjung Priok). Untuk mengantisipasinya, pengisian BBG bus di ketiga koridor tersebut akan dialihkan ke SPBG Daan Mogot, Kampung Rambutan, dan Pancoran.

    Akbar mengatakan pihaknya sedang melobi Perusahan Gas Negara untuk menambah kuota BBG di SPBG Pinang Ranti. Apalagi, kata dia, penyebab menipisnya kuota BBG untuk SPBG Pinang Ranti adalah gangguan mesin selama seminggu di SPBG Daan Mogot dan Kampung Rambutan beberapa waktu lalu sehingga pengisian BBG dialihkan semuanya ke SPBG Pinang Ranti.

    Menurut Akbar, jika sudah mencapai kuota, pihak swasta yang menyalurkan BBG ke SPBG Pinang Ranti akan menaikkan harga SPBG per liter setara premium (lsp) tiga kali lipat dari harga biasanya. Padahal, SPBG wajib menjual BBG per lsp dengan harga normal, yakni Rp 3.100. "Kalau begitu, pastinya pihak SPBG akan rugi dan tidak mau menjualnya ke kami," kata dia.

    ARYANI KRISTANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.