Kebanjiran Order, Penghulu Menginap di KUA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan pengantin Evi Marthe Putranti dan Jendrey Noviani Mengko melambaikan tangan di atas kereta kelinci menuju Gereja Kiristen Jawa di Wates, Kulonprogo, Jumat (11/11). Pasangan gado-gado Jawa-Manado ini memilih pernikahan pada tanggal 11-11-2011 sebagai hari yang istimewa. Pasangan ini juga tidak menggunakan mobil dan memilih kereta kelinci, lengkap dengan perangkat gamelan, dalam perjalan dari rumah di Desa Gunung Gempal, Kecamatan Giripeni menuju Gereja Kristen Jawa di kota Wates. TEMPO/HERU CN

    Pasangan pengantin Evi Marthe Putranti dan Jendrey Noviani Mengko melambaikan tangan di atas kereta kelinci menuju Gereja Kiristen Jawa di Wates, Kulonprogo, Jumat (11/11). Pasangan gado-gado Jawa-Manado ini memilih pernikahan pada tanggal 11-11-2011 sebagai hari yang istimewa. Pasangan ini juga tidak menggunakan mobil dan memilih kereta kelinci, lengkap dengan perangkat gamelan, dalam perjalan dari rumah di Desa Gunung Gempal, Kecamatan Giripeni menuju Gereja Kristen Jawa di kota Wates. TEMPO/HERU CN

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Membanjirnya pasangan yang ingin menikah membuat penghulu kelimpungan. Saking banyaknya order pasangan yang akan menikah hari ini, Jumat, 11 November 2011, para penghulu pun rela menginap di KUA.

    Salah satu yang kewalahan adalah para penghulu di Kecamatan Tanah Abang. Kecamatan ini menikahkan pasangan terbanyak di tanggal unik 11-11-11 ini. Lima orang penghulu harus melayani 37 pasangan.

    Walhasil, prosesi pernikahan pun dimulai sangat pagi, sejak pukul 05.00 WIB Subuh. "Insya Allah akhirnya menginap di kantor. Tetapi untungnya tidak ada kendala lain, semua bisa teratasi," kata Ahmad Fatoni, wakil Kepala Kantor Urusan Agama Tanah Abang, Jumat, 11 November 2011. Bahkan, ada tiga pasangan yang dinikahkan Kamis.

    Di Menteng, saking banyaknya sampai harus menolak sebagian pasangan yang ingin menikah di tanggal unik. Camat Menteng, Efri menyebutkan, saking banyaknya yang mau nikah, 10 hari sebelum jadwal menikah, pendaftaran administrasi untuk hari unik ini sudah ditutup.

    "Padahal, biasanya cuma dua atau tiga pasang kalau Jumat. Seringnya kosong orang lebih milih nikah Sabtu atau Minggu," kata Efri.

    Pasangan yang tentunya sudah ditetapkan sesuai jadwal menikah hari ini masih dilayani. Tetapi yang tidak segera memberikan kepastian tentunya tak bisa melanjutkan rencana melegalkan hubungan di tanggal unik.

    "Karena sudah 24 pasangan, padahal penghulunya cuma empat, ya kewalahan. Satu pasangan kan setidaknya butuh 45 menit untuk nikah, belum ngaretnya, belum nunggunya," katanya.

    Bahkan, untuk mengantisipasi, pihak KUA menyatakan siap melayani ijab kabul hingga jam 10 malam. "Tetapi ya masak ada yang mau," ujarnya berkelakar.

    Masjid Agung Sunda Kelapa juga dibanjiri pasangan yang akan menikah. Setidaknya ada 15 pasang yang mendaftar. Namun, tidak semuanya bisa melaksanakan ijab kabul karena keterbatasan kuota dan waktu yang sempit mengingat dilaksanakannya ibadah salat Jumat.

    "Sekitar 15 pasang, tapi kuotanya hanya 3 pasang," kata Ketua Bidang Operasional Masjid Agung Sunda Kelapa, Heri Saliman.

    Di Jakarta Pusat, total ada 166 pasangan yang menikah di hari ini. Selain Tanah Abang dengan 34 pasangan dan Menteng dengan 24 pasangan, tercatat sebanyak 30 pasangan menikah di Kecamatan Kemayoran, 23 pasangan di Kecamatan Johar Baru, 21 pasangan di Kecamatan Senen, 13 pasangan di Kecamatan Cempaka Putih, 11 pasangan di Kecamatan Gambir dan 10 pasangan di Kecamatan Sawah Besar.

    "Untuk Sawah Besar yang penduduknya sedikit dan banyak perkantoran ini cukup meningkat. Karena biasanya hanya 4-6 pasangan," kata Nasrulloh, Plh Kepala KUA Kecamatan Sawah Besar.

    Selain masjid dan KUA, pernikahan di gereja pun cukup tinggi hari ini. Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Pusat Muhammad Hatta menyatakan setidaknya 30 pasangan non-Muslim menikah di gereja pada tanggal cantik ini.

    Fenomena ini pun diduga berulang pada 12-12-12. Di Masjid Agung Sunda Kelapa sudah ada 6 pasang yang mengantre untuk ijab kabul pada tanggal tersebut.

    ARYANI KRISTANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.