Sakit Hati, Kacang Lupa Kulit dan Kasus John Kei

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Kei, tahun 2004. Dok. TEMPO/Siswanto

    John Kei, tahun 2004. Dok. TEMPO/Siswanto

    TEMPO.CO, Jakarta-Dugaan motif sakit hati yang melatarbelakangi pembunuhan bekas Komisaris Utama PT Sanex Steel Indonesia (sekarang Power Steel Mandiri), Tan Harry Tantono, dibantah kelompok John Refra alias John Kei. Motif ini diungkap Said Kei, pengawal Tan Harry, kepada polisi, Sabtu lalu.

    Taufik Chandra, pengacara John Kei, menyatakan kalau kliennya itu tak pernah sakit hati bahwa Said yang dijadikan pengawal Tan, bukan dirinya. Pun dengan ancaman yang disebutkan Said pernah dilontarkan John. "Mana mungkin John mengancam Ayung, mereka itu kan teman baik," kata Taufik, Senin 27 Februari 2012.

    Bantahan juga diberikan adik John, Tito Kei. Menurut dia, justru John yang memperkenalkan Said kepada Ayung, panggilan Tan Harry. John pula yang menurutnya meminta Ayung mempekerjakan Said. "Saya tidak tahu mengapa Said berkomentar seperti itu. Dia seperti kacang lupa kulitnya," kata Tito.

    Said diperiksa sebagai saksi kasus pembunuhan Tan Harry pada Sabtu lalu. Polisi hingga saat ini telah menahan John dan lima orang lainnya sebagai tersangka kasus pembunuhan keji yang dilakukan di sebuah kamar hotel di Jakarta Pusat pada 26 Januari lalu itu. "Saya kenal (Ayung). Dia bos saya," ujar Said saat itu.

    Said dan Ayung berkenalan di Penjara Salemba yang berlanjut dengan pengangkatan Said sebagai karyawan Ayung. Pengacara Ayung, Carrel Ticualu, juga membenarkan jika Said adalah karyawan sekaligus pengawal pribadi Ayung. "Setahu saya, Said memang diminta Ayung untuk mengawasi pabrik di Balaraja. Dia juga pernah diberi tugas ke Kalimantan," katanya.

    Dihubungi terpisah kemarin, juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, hanya mengatakan kalau kasus masih dalam tahap pengembangan. Adapun Tito tadi malam malah mengatakan kalau kakaknya belum juga menjalani proses pemeriksaan.

    Kepada Majalah Tempo, Kamis lalu, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jendral Untung Suharsono Radjab memang mengatakan kalau pihaknya belum mau bicara soal motif pembunuhan Tan. Meskipun John Kei diduga kuat terlibat dalam kasus tersebut lewat keterangan para tersangka dan rekaman kamera CCTV, polisi tidak akan buru-buru mengungkapkan motifnya. "Terlalu dini bicara motif. Nanti setelah keterangan tersangka, saksi ahli, dan barang bukti disatukan baru kami konstruksi motifnya," kata dia.

    SATWIKA MOVEMENTI | ANANDA BADUDU | SUSENO

    Berita lain:
    Said Orang Kepercayaan Ayung
    Menjerat John Kei, Polisi Punya Bukti CCTV
    Kapolda: Kenapa Backing John Kei Tidak Nongol?

    Kekuatan Besar di Balik Gangster Kei

    Buron Pembunuh Ayung Ada Saat John Kei Ditangkap
    Ada 'Order' Pembunuhan Direktur Power Steel?
    Bos Sanex Steel Pernah Ditahan karena Punya 2 KTP
    Bos Sanex Steel Berminat Garap Proyek Selat Sunda
    Kisah Persahabatan Bos Sanex Steel dan John Kei
    Rekonstruksi Pembunuhan Bos Sanex Steel Digelar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.