Dubes AS Naik KRL, Komentari Jalur Kereta Kumuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Amerika Serikat, Scott Marciel (kanan) berbicara kepada penumpang KRL tujuan Bekasi, Jakarta, Kamis, (12/4) Scott ke Bekasi untuk menunaikan kegiatan kedutaan. Ia dijadwalkan akan mengunjungi sekolah dan pesantren di Bekasi. Tempo/Tony Hartawan

    Duta Besar Amerika Serikat, Scott Marciel (kanan) berbicara kepada penumpang KRL tujuan Bekasi, Jakarta, Kamis, (12/4) Scott ke Bekasi untuk menunaikan kegiatan kedutaan. Ia dijadwalkan akan mengunjungi sekolah dan pesantren di Bekasi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kereta sempat terlambat 21 menit saat Duta Besar Amerika Serikat, Scott Marciel, hendak ke Bekasi untuk kegiatan kedutaan, Kamis, 12 April 2012.

    Saat Marciel masuk, ruangan kereta begitu bersih dan dingin. Ia sempat meminta agar penumpang lain bisa masuk ke gerbong yang sama dengannya. Di dalam gerbong kereta hanya terdapat lima penumpang biasa. Sisanya adalah staf kedutaan, petugas keamanan, staf PT KAI, dan wartawan.

    Saat kereta berjalan, Marciel melihat pemandangan kumuh di sepanjang jalur kereta. "Hampir di semua negara, jalur kereta kumuh," katanya sambil memandang keluar jendela.

    Scott ke Bekasi untuk menunaikan kegiatan kedutaan. Ia dijadwalkan akan mengunjungi sekolah dan pesantren.

    Humas Daop I PT Kereta Api Indonesia, Mateta Rizal, menyatakan tak ada perlakuan khusus pada kereta commuter line jurusan Jakarta-Bekasi yang ditumpangi Duta Besar Amerika Serikat, Scott Marciel. "Kereta berjalan sesuai standar biasa, sehari-hari," katanya saat ditemui di Stasiun Gambir, sesaat sebelum keberangkatan kereta.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.