Jumat, 20 Juli 2018

Sebelum Dipecat, Karyawan IFT Diancam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah eks karyawan media harian Indonesia Finace Today (IFT) berunjukrasa di depan kantor IFT, Jakarta, Selasa (24/04). TEMPO/Yosep Arkian

    Sejumlah eks karyawan media harian Indonesia Finace Today (IFT) berunjukrasa di depan kantor IFT, Jakarta, Selasa (24/04). TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Karyawan koran Indonesia Finance Today (IFT) mengatakan, sebelum dipecat sepihak oleh perusahaan, terdapat sejumlah ancaman dari manajemen. "Mereka mengintimidasi karyawan, baik lewat pesan singkat maupun pesan elektronik," ujar Ketua Serikat Karyawan IFT Vicky Rahman, Selasa, 15 Mei 2012.

    Ancaman tersebut adalah melarang karyawan yang belum bergabung dengan Serikat Karyawan (Sekar) untuk tidak bergabung. Sementara bagi karyawan yang sudah bergabung, diminta untuk keluar. "Kalau tidak mau menuruti perusahaan, ancamannya, ya dipecat," kata Vicky.

    Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memeriksa Ketua Serikat Karyawan IFT Vicky Rahman sebagai saksi pelapor terkait laporan dugaan union busting alias pemberangusan hak berserikat. "Kami memberikan keterangan kepada penyidik untuk selanjutnya dibuatkan BAP (berita acara pemeriksaan)," kata Vicky. Ia hadir didampingi oleh pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Pers, Heri Sutrisna, serta rekannya, juru bicara Sekar, Abdul Malik.

    Sebelumnya, pengurus Serikat Karyawan IFT melaporkan Rosalie S. Ticman, Direktur PT Indonesia Finanindo Media, penerbit koran IFT, ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya atas dugaan pemberangusan hak berserikat (union busting) pada Senin, 23 April 2012.

    Menurut Abdul Malik, indikasi pemberangusan hak berserikat oleh manajemen adalah pemecatan sepihak terhadap 13 wartawan pada 2 April 2012. Surat pemecatan ditandatangani oleh Rosalie S. Ticman. Manajemen IFT disebut telah memecat secara sepihak 13 karyawannya yang tergabung dalam Serikat Karyawan IFT.

    Alasan pemecatan yang tertulis di surat adalah force majeur (keadaan memaksa). "Kalau memang demikian, tidak mungkin perusahaan merekrut karyawan baru atau mempromosikan karyawan untuk naik jabatan," ujarnya.

    Sekar dibentuk pada 21 Maret 2012. Menurut Malik, pembentukan serikat untuk memperjuangkan komunikasi yang baik antara karyawan dan perusahaan. Sebab selama ini perusahaan dinilai tidak transparan mengenai gaji maupun tunjangan. "Kami mengharapkan kesetaraan dan ada dialog antara pihak manajemen dengan karyawan," katanya.

    SATWIKA MOVEMENTI

    berita terkait :
    Polisi Periksa Ketua Serikat Karyawan Koran IFT
    Mogok Karyawan IFT, Berbuah Sanksi
    Disayangkan, Langkah Manajemen IFT Rekrut Karyawan Baru
    AJI: Pemecatan Tak Bisa Sepihak
    Hilangkan Surat, AJI Kecam Dinas Tenaga Kerja DKI
    Diadukan ke Polisi, Bos Media Bungkam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.