Pemilik Petasan di Sawangan Belum Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Aparat kepolisian belum menemukan pemilik petasan yang meledak di daerah Sawangan, Depok, Selasa (7/1) sekitar pukul 05.35 WIB. Kasus tersebut, saat ini masih diselidiki aparat kepolisian setempat. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Makbul Padmanegara mengatakan hal tersebut kepada Tempo News Room, Selasa (7/1). Untuk sementara ini informasinya, ada sebuah petasan yang (ditemukan) korban saat lari pagi. Saat itu ia melihat ada tumpukan lalu dia mendatangi tumpukan itu, kata Kapolda usai serah terima jabatan Kepala Pusat Komando dan Pengendali Operasional Polda Metro Jaya, dari Brigjen Nono Supriyono ke Kombes Pol. Guntur Gatot di Gedung Kemala Tifa di Mapolda Metro Jaya. Kapolda menambahkan dirinya sama sekali tidak mengetahui bagaimana ceritanya hingga tumpukan yang didalamnya ada petasan itu meledak. Apa ada orang yang membuang puntung rokok atau gimana masih diselidiki. Atau, siapa yang membuangnya dan siapa yang mengakibatkan peledakan, ujar dia. Menurut Makbul, petasan tidak mungkin meledak, jika tidak ada yang menyulut. Karena itu, kata dia, polisi masih melakukan penyelidikan bagaimana benda itu disimpan bukan pada tempatnya. Hingga kini, kata dia, sudah banyak saksi yang dipanggil untuk diperiksa. Ia mengharapkan bila masyarakat mengetahui informasi tentang siapa yang menyimpan benda itu agar memberitahukan kepada polisi. Dari data yang diperoleh dari laporan segera polisi (Lapga) No. Lapga/01/I/2003/SEKSWG diketahui ledakan terjadi tepat 05.45 WIB di Jalan Patria Land RT04/01 Kelurahan Sawangan Baru Kecamatan Sawangan Kota Depok. Korban meninggal bernama Muhammad Syahrullah (26), seorang pekerja swasta beralamat di Sawangan Baru RT 04/01. Sedangkan korban yang luka adalah Anas Nashihin (27), seorang tukang ojek beralamat di Bedahan RT01/RW02, Sawangan. Sedangkan saksi, Minan (40), seorang pegawai swasta beralamat di Sawangan Depok, dan Endin (21), seorang pegawai swasta yang beralamat di Sawangan Baru. Endin adalah adik Syahrullah. Peristiwa ini bermula ketika Endin sedang lari pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat melintas di jalan Patria Land,d ia melihat sekitar 20 kardus petasan yang ditumpuk berantakan di pinggir jalan di dekat sungai. Endin lalu pulang dan mengabarkan temuan petasan itu pada kakaknya, Syahrullah. Syahrullah datang ke lokasi bersama Anas yang tengah melintas di lokasi itu. Saat mendekati tumpukan petasan itu, tiba-tiba bungkusan itu meledak. Suara ledakan yang kuat mengakibatkan kedua orang itu terpental. Akibatnya, Syahrul masuk kedalam sungai dan meninggal ditempat kejadian. Sedangkan Anas menderita luka berat dan dilarikan ke RS Bhakti Yudha. Barang bukti yang disita adalah sisa bahan peledak, sobekan kardus, satu kantong bendera merah putih yang terbuat dari plastik dan sebuah sepeda motor Suzuki Family hitam milik Anas.(Istiqomatul Hayati- Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.