Senin, 19 Februari 2018

Ahok: Pasar Tanah Abang Bukan Punya Emak Mereka

Oleh :

Tempo.co

Senin, 15 Juli 2013 20:24 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahok: Pasar Tanah Abang Bukan Punya Emak Mereka

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mengatakan pedagang yang berjualan di jalanan Pasar Tanah Abang harus mau direlokasi ke Blok G. "Jika pedagang tetap berdagang di jalan, aparat akan bertindak," kata Ahok setelah buka puasa bersama di kantor Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Senin, 15 Juli 2013.

    Pemerintah, kata Ahok, tidak ada maksud mengancam para pedagang. "Ini negara hukum. Semua ada aturannya," tutur Ahok. Ia bersikukuh apabila pedagang tak pindah, akan menjadi masalah buat pemerintah.

    Ahok mengatakan jangan memutarbalikkan fakta bahwa pedagang didzolimi pemerintah. Padahal dengan ketidaktertiban para pedagang saat berjualan menyebabkan kemacetan. "Emang jalanan Pasar Tanah Abang punya emak mereka?" Ahok menyindir para pedagang.

    Oleh sebab itu, demi kenyamanan bersama pemerintah akan meminta pedagang mau masuk ke Blok G. Apalagi ini momen Ramadan, kata Ahok, pasti dagangan mereka laku. "Kalau tidak laku ya pulang kampung saja."

    Jika para pedagang tetap tak mau pindah, ini menjadi masalah buat pemerintah DKI. Ia mengatakan orang Jakarta saja tidak boleh berjualan di sepanjang jalan Pasar Tanah Abang. Apalagi, lanjut Ahok, kebanyakan pedagang bukan orang asli Jakarta. (Klik tentang Ahok)

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Topik Terhangat

    Hambalang Jilid 2
    | Rusuh Nabire | Pemasok Narkoba | Eksekutor Cebongan

    Berita Terkait
    Ahok: Audit BPKP Senjata Banding Kasus Tanah Abang

    Didenda Rp 8,2 Miliar, Ini Jawaban PT Priamanaya 

    Perkara Tenabang, Jokowi Dukung Putusan Pengadilan


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Globalisasi Cinta, Vicky Prasetyo dan Angel Lelga Menikah

    Ucapan Vicky Prasetyo soal Angel Lelga, Saya merasa reboisasi hati ini kian menjalar ketika globalisasi cintamu merasuk indepenisasi hatiku..."