Setahun Jokowi-Ahok, Pendidikan Banyak Masalah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Tony Hartawan

    Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Tjahja Purnama, telah memimpin Ibu Kota selama satu tahun. Dalam kurun waktu itu, ternyata masih banyak ditemukan masalah di bidang pendidikan.

    Dalam diskusi yang digelar di Lembaga Bantuan Hukum (LBH Jakarta), Salemba, Jakarta Pusat, Kamis 17 Oktober 2013, Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ) telah melakukan penelitian selama setahun terakhir pada bidang pendidikan di Jakarta. Hasilnya, terdapat tujuh penyimpangan. Ini tiga di antaranya.

    Petama, kata Ketua Umum FGMJ, Heru Purnomo, adalah masalah di Program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, pemberian KJP masih banyak yang salah sasaran. "Ada siswa SMA yang sudah lulus sekolah Juli lalu diberikan kartu ATM dan buku tabungan Bank DKI untuk ambil KJP," tutur Heru.

    Kedua adalah penggunan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menurut Heru, penggunaan dana BOP dan BOS di berbagai sekolah tidak disertai dengan pembentukan Auditor Internal. "Sehingga, ada laporan SMA/SMK Negeri yang masih memungut uang sekolah," ujarnya.

    Padahal, Heru melanjutkan, setiap sekolah mendapatkan uang Rp 400 ribu untuk satu siswa. Dalihnya adalah pungutan diperuntukkan untuk biaya kesiswaan dan uang pendingin udara. "Kisaran pungutan Rp 100-Rp 500 ribu satu anak per bulan," ujarnya. "Sedangkan uang kesiswaan Rp 350 ribu per tahun," Heru menambahkan.

    Ketiga, kata Heru, tidak adanya keterbukaan penggunaan dana BOS oleh manajemen sekolah ke para guru maupun orang tua siswa. "Paling banyak laporan dari jenjang SMP, padahal jenjang SD penggunaannya tidak transparan dan banyak keluhan," ucap Heru. Akan tetapi, dia menambahkan, sejauh ini hanya dua SD yang dilaporkan bermasalah.

    SINGGIH SOARES

    Berita Terpopuler:
    Gatot Supiartono, Karier Moncer Berakhir Tragis?

    Dimarahi Ani Yudhoyono, Erie: Sudahlah Tak Penting 

    Potensi Kerugian Negara di Banten Rp 1,6 Triliun 

    Daryono, Sopir Akil Mochtar, Sengaja Dihilangkan?

    Baru Sekali Komentar, Erie Dimarahi Ani Yudhoyono 

    Setahun Gubernur: Ini yang Khas dari Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...