Pedagang Pasar Tanah Abang Bukit Menolak Relokasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memadati pasar Blok G saat hari peresmian kios di Pasar Tanah Abang, Jakarta (2/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pengunjung memadati pasar Blok G saat hari peresmian kios di Pasar Tanah Abang, Jakarta (2/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana peremajaan Pasar Tanah Abang Bukit di Jakarta Pusat belum bisa terlaksana. Soalnya, sebagian pedagang onderdil di sana menolak direlokasi ke Pasar Petojo Ilir.

    Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, mengatakan Pasar Petojo Ilir masih bisa menampung seluruh pedagang dari Tanah Abang Bukit. Adapun Pasar Duren Sawit dan Slipi tak bisa memuat mereka.

    Djangga mengklaim, sudah ada banyak pedagang yang mau direlokasi. Sebanyak 56 pedagang mau direlokasi. "Lalu ada 45 pedagang yang minta uang ganti rugi saja," kata Djangga di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat, 22 November 2013.

    Total ada 128 pedagang yang menempati Pasar Tanah Abang Bukit. "Tapi sebagian pedagang masih menawar uang kerohiman," ujar Djangga. Oleh sebab itu, pembongkaran bangunan pasar belum bisa dilaksanakan.

    Menurut Djangga, pasar akan dirobohkan dan dibangun menjadi pasar modern sekaligus hotel. Soalnya, pasar sekarang terus merugi, tak sepadan dengan nilai pajak yang harus dibayarkan.

    Perwakilan pedagang, Yuda Sitorus, mengatakan mereka menolak dipindahkan ke Pasar Petojo Ilir karena kondisinya tak sesuai keinginan. "Masak kami pedagang onderdil disatukan dengan pedagang sayur?" ujarnya. (Baca: Ratusan Pedagang Tinggalkan Blok G Tanah Abang?)

    Mereka mau dipindahkan jika menempati Pasar Palmerah atau Pasar Senen. "Tapi kami maunya pindah semua sama-sama," katanya.

    Jika tuntutan itu tidak bisa dipenuhi, para pedagang minta uang pengganti yang lebih besar. "NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) di sini saja sudah Rp 45 juta," kata Yuda. Menurut dia, para pemilik kios tak akan menuntut penggantian seharga NJOP.

    Rata-rata satu kios mereka seluas 3 meter persegi. "Kami minta setengah dari harga NJOP lah," katanya. Itu berarti penggantian antara Rp 60-70 juta untuk satu kios.

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak mau banyak berkomentar soal masalah ini. "Nanti kita bicarakan," katanya, Jumat.

    ANGGRITA DESYANI

    Topik Terhangat

    Penyadapan Australia | Vonis Baru Angelina | Adiguna Sutowo | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi

    Berita Terpopuler

    Polisi: Adiguna Tak Berbohong 
    Dokter Disiram Kopi, Ini Penjelasan RS Husada 
    Ini Kondisi Rumah Bos Angkot Penyekap 2 Gadis 
    Jokowi Bawa PM Belanda Blusukan ke Waduk Pluit 
    Vika Cabut Laporan, Kasus Flo Jalan Terus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.