Tangis Menanti Identifikasi Korban KRL Bintaro  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 5 Orang Tewas di Kecelakaan Kereta Bintaro

    5 Orang Tewas di Kecelakaan Kereta Bintaro

    TEMPO.CO, Jakarta - Atikah, 48 tahun, tak kuasa menahan air mata saat menanti hasil identifikasi DNA jenazah keponakannya, Sofyan Hadi, 20 tahun. Sofyan merupakan petugas pelayanan KRL yang tewas dalam kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Tanah Abang-Serpong yang menabrak truk tangki berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di perlintasan KRL Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin, 9 Desember 2013.

    "Jenazah keponakan saya sudah tidak dikenali, hangus terbakar. Jadi, menunggu hasil tes DNA dulu untuk mengetahui yang mana jenazah keponakan saya," kata Atikah sambil menangis di RS Polri Kramatjati, Senin, 9 Desember 2013.

    Atikah yang mengenakan baju biru lorek hitam dengan kerudung hitam ini terus menangis di depan ruang jenazah RS Polri. Sesekali ia mengusap air matanya dengan ujung kerudungnya. Atikah tidak menyangka keponakan yang baru saja bekerja dua bulan di PT KAI itu meninggal tragis.

    "Sebelumnya kerja di PT di Bekasi. Terus dia pengin kerja bener di KAI. Dia terus-terusan tes. Kalau gagal, dia tes lagi sampai diterima," ujarnya. "Tapi ternyata akhirnya seperti ini. Enggak ada firasat apa-apa."

    Saat ini, lima jenazah masih diidentifikasi di ruang jenazah RS Polri. Kelima jenazah tersebut adalah, Darman Prasetyo, 25 tahun, masinis; Sofyan Hadi; Agus Suroto, 24 tahun, asisten masinis; Rosa Kesauliya, 73 tahun, penumpang; dan Yuni, 16 tahun, penumpang. Klik untuk baca selengkapnya tentang kecelakaan kereta api Bintaro.

    AFRILIA SURYANIS


    Foto-foto Kecelakaan Kereta di Bintaro:

    Mengenang Kecelakaan KRL Bintaro, 26 Tahun Lalu
    KRL Terbakar dalam Kecelakaan di Perlintasan Bintaro
    Proses Pemadaman KRL Terbakar di Bintaro
    Beberapa Kecelakaan KRL dalam Sejarah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.