Kontrakan Teroris Ciputat Jadi Tontonan Warga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Tim puslabfor serta inafis Polri melakukan olah TKP di rumah kontrakan terduga teroris yang digerebek semalam di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, (1/1). TEMPO/Marifka Wahyu

    Anggota Tim puslabfor serta inafis Polri melakukan olah TKP di rumah kontrakan terduga teroris yang digerebek semalam di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, (1/1). TEMPO/Marifka Wahyu

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Bekas rumah kontrakan terduga teroris di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Gang Haji Hasan RT 04 RW 07, Kelurahan Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, mengundang rasa penasaran warga, Rabu, 1 Januari 2014. Mereka berdatangan dan ingin melihat dari dekat rumah tersebut.

    Hingga Rabu sore, polisi masih berjaga dan menutup area di rumah kontrakan dan sekitarnya. Warga hanya bisa melihat dari jauh rumah yang kini telah ditutup dengan terpal dan papan tripleks tersebut. "Tidak boleh ambil gambar dulu, mas," ujar seorang polisi yang berjaga.

    Secara terpisah, Ketua RT setempat, Bachtiar Imanudin, 45 tahun, mengatakan sebanyak enam terduga teroris yang akhirnya tewas dalam baku tembak dengan anggota gabungan Detasemen Khusus 88 dan Polda Metro Jaya itu tak pernah lapor diri. "Mereka tidak bergaul dengan tetangga sekitar. Selain itu, tempat tinggal mereka juga tertutup," katanya.

    Bachtiar juga mengatakan bahwa yang mempunyai kontrakan tersebut ialah ibu Zaenab yang usianya sudah 70 tahun. "Bu Zaenab itu yang punya kontrakan yang ditinggali teroris. Ia sudah tua, terus sakit-sakitan juga," katanya.

    Baca juga: Kontrakan Teroris Ciputat Seperti Gudang Peluru

    MUHAMMAD KURNIANTO

    Terpopuler
    Kocak, Gaya Obrolan 'Gak Nyambung' SBY 
    Kebangetan, Pejabat Bisa Disogok Dolar Langka
    Jelang Tahun Baru, Atut Sulit Tidur di Penjara
    Diungkit soal Aburizal, Idrus Marham Pasang Badan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.