Jokowi Titip Pesan untuk Wali Kota Heru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Tempo/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menitipkan tiga pesan untuk Heru Budi Hartono sebagai Wali Kota Jakarta Utara yang baru. "Saya titip tiga hal," kata Jokowi seusai pelantikan di Danau Cincin Utara, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 13 Januari 2014. Tiga hal tersebut adalah persoalan Taman BMW, Waduk Pluit, dan Marunda. "Itu harus selesai secepatnya."

    Gubernur Jokowi resmi melantik Heru Budihartono sebagai Wali Kota Jakarta Utara. Persoalan Taman BMW, kata Jokowi, sudah terlalu berlarut-larut hingga 11 tahun. "Sudah terlalu lama persoalan sertifikatnya tidak selesai," kata dia. Dia berharap Heru bisa segera menyelesaikannya. "Enggak perlu hitungan tahun atau bulan, hitungan hari kalau perlu."

    Jokowi juga berharap Heru segera menyelesaikan proses relokasi 7.000 kepala keluarga di Waduk Pluit. "Segera direlokasi dengan pendekatan-pendekatan yang baik," kata dia. Dan soal Marunda, Jokowi menitipkan agar segera ada persiapan pembebasan tanah. "Soalnya, di sana akan dibangun banyak rusun," ujar dia.

    Jokowi mengharapkan persoalan-persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat, mengingat Heru dianggap sangat mengenal kawasan Jakarta Utara.  "Dia kan menguasai daerah sini," kata Jokowi.

    Heru pernah menjadi Kepala Bagian Sarana Kota Jakarta Utara. Ketika itu, Heru berperan dalam melebarkan Kali Angke dan Kali Adem. Dia merelokasi 1.500 warga yang tinggal di kolong tol Penjaringan dan pada 2008 membebaskan lahan Taman BMW di Koja.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Baca juga:
    Hujan Bubarkan Beragam Kampanye Jokowi Nyapres

    Dukung Pencapresan Jokowi, Ratusan Waria Pawai

    Jika Jokowi Nyapres, Ini Cawapres Pilihan Waria

    Waria: Jokowi Patut Diperjuangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.