Banjir Jakarta, Empat Orang Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan melintasi bajir di kawasan Mangga Dua, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Kendaraan melintasi bajir di kawasan Mangga Dua, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang menerjang Jakarta dalam beberapa hari terakhir ini memakan korban. "Empat orang yang meninggal," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Bambang Musyawardhan ketika dihubungi Tempo, Senin 15 Januari 2014.

    Keempat korban tewas itu adalah H Masri, 76 tahun, warga RT 06 / RW 06, Bidara Cina, Jakarta Timur. Selanjutnya, Hidayat, 35 tahun, warga RT 008 / RW 012, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Bambang mengatakan, keduanya meninggal karena sakit.

    Sedangkan korban selanjutnya Asep, 27 tahun, warga Bintaro, Jakarta Selatan. Bambang menuturkan, Asep diduga meninggal karena terpeleset. "Karena kondisi air masih tinggi dan dia tidak bisa berenang. Mayatnya ditemukan warga sekitar pukul 04.00 subuh," ucap Bambang.

    Adapun korban terakhir adalah bocah perempuan 5 tahun, Fatimah Nurmala. Warga RT 02/ RW 02, Duri Kosambi, Jakarta Barat, itu tewas terperosok ke dalam saluran air yang terbuka di Jalan Ring Road saat tengah bermain. "Kejadian sekitar pukul 11.30," ujar Bambang.

    Sementara jumlah pengungsi banjir telah mengalami penurunan. Kemarin, Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Jakarta, Edi Junaedi mengatakan, jumlah pengungsi sekitar 2 ribu orang. Sebelumnya, jumlah pengungsi sempat menembus angka 26.666 orang pada Senin, 13 Januari 2014.

    SINGGIH SOARES

    Berita Lain:

    Anas Urbaningrum Ditahan, Dosen Unair Meminta Maaf
    Mahfud Mengaku Heran Atas Pemilihan Akil Mochta
    Soal Dugaan Suap Pilgub Jatim, Ini Kata Cak Imin
    Kata Istrinya, Anas Urbaningrum Sedang Tirakat
    Kado Tahun Baru Anas Urbaningrum Versi Ipar SBY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.