Puncak Pass Amblas, Ribuan Warga Diungsikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Retakan tanah di kawasan rekreasi Hotel Puncak Pass, Cianjur, Jawa Barat, semakin membesar. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    Retakan tanah di kawasan rekreasi Hotel Puncak Pass, Cianjur, Jawa Barat, semakin membesar. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    TEMPO.CO, Cianjur - Ratusan warga Kampung Puncak Pass, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diungsikan menyusul pergerakan tanah hingga amblas di permukiman warga, Selasa, 21 Januari 2014. Satu rumah warga rusak akibat kejadian itu.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, pergerakan tanah di Kampung Puncak Pass sebetulnya terjadi setiap tahun. Hal tersebut diduga akibat retakan tanah yang terjadi di sebuah hotel di atas permukiman penduduk. Namun, saat ini pergerakan tanah semakin parah hingga sudah mencapai titik amblas sekitar 1 meter bersamaan curah hujan tinggi. Akibat kejadian itu, sedikitnya 30 kepala keluarga sudah diungsikan ke posko darurat di rumah-rumah warga lainnya.

    Edi Syam, 45 tahun, tokoh warga setempat, mengatakan, peristiwa tanah amblas di Kampung Puncak Pass merupakan bencana susulan setelah tahun lalu juga terjadi peristiwa yang sama. Namun, pergerakan kali ini lebih parah karena retakan tanah sudah lebih dari 1 meter.

    "Ada satu rumah warga yang rusak milik ibu Hanah, 45 tahun. Bagian dapurnya kena retakan tanah. Warga sudah mulai diungsikan. Jumlahnya sekitar 30 KK dari satu RT (rukun tetangga)," kata Edi di Cianjur, Selasa, 21 Januari 2014. (Baca: Retak Nyaris Longsor, Kampung Puncak Dijaga)

    Menurut Edi, bersamaan tingginya curah hujan saat ini, retakan tanah makin merembet. Tidak hanya permukiman warga di RT 06 yang saat ini terancam, tapi juga warga lainnya di RT 02. "Kalau dikalkulasikan jumlahnya mencapai 200 KK yang terancam longsor," tuturnya.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur Asep Suhara mengaku belum bisa memastikan jumlah KK yang harus diungsikan. "Saya sedang melakukan pendataan di lokasi. Nanti diinformasikan lagi," kata Asep.

    Januari 2013 lalu, permukiman penduduk di Kampung Puncak Pass direpotkan terjadi pergerakan tanah. Sedikitnya 150 KK atau 500 jiwa lebih saat itu terpaksa diungsikan karena retakan makin melebar.

    DEDEN ABDUL AZIZ

    Berita Terpopuler
    Ahok: Gimana Enggak Banjir Kalau Tanggul Dibolongi?
    Jokowi Rembuk Banjir di Katulampa, Ini Hasilnya
    Jakarta Banjir, Ruhut Tuntut Jokowi Minta Maaf
    Alasan Jokowi Mau Pasang Badan untuk Pusat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.