Banjir, Harga Sayur Mayur Naik 10-12 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang sayur-mayur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pedagang sayur-mayur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Ngadiran, menyatakan bencana banjir membuat harga komoditas sayur-mayur melambung tinggi. Harga wortel, sawi, tomat, dan lainnya kenaikannya bervariatif.

    "Saat ini kenaikannya mencapai 10-12 persen," ujar dia saat dihubungi Tempo, Selasa, 21 Januari 2014. Bahkan, jika hujan tak berhenti, diprediksi kenaikan harga akan lebih tinggi dibandingkan dengan saat Lebaran.

    Ngadiran mengatakan, kenaikan ini dikarenakan pasokan sayur-mayur dari daerah terhambat oleh banjir. Akibatnya, stok di Jakarta menjadi berkurang. "Barang dari Cirebon itu tertahan karena banjir."

    Seperti di Pasar Induk Kramat Jati, pasokan sayur-mayur turun 11 persen dari 1.143 ton menjadi 1.015 ton. "Distribusinya terhambat banjir Pantura. Jadi, barang yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Indramayu mesti mutar lewat jalur selatan dan itu memakan waktu," kata Sugiyono, Asisten Manajer Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Induk Kramat Jati. Stok buah-buahan pun turun 32 persen dari 843 ton menjadi 563 ton.

    Sugiyono menuturkan, berkurangnya pasokan juga dikarenakan barang dari Sumatera tidak dikirim ke Jawa. Pasalnya, bencana Gunung Sinabung mengakibatkan barang digunakan untuk memenuhi kebutuhan di sana.

    Ia mencontohkan, harga cabai merah naik cukup tinggi dari Rp 28 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram. Sedangkan cabai merah keriting naik menjadi Rp 32 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu.

    Seorang pembeli, Muslimah, 40 tahun, mengeluhkan kenaikan harga tersebut. "Saya kan buka warteg, jadi agak kesulitan menaikkan harga juga," ucapnya. Ia berharap kenaikan harga tidak berlangsung lama. "Mudah-mudahan kembali ke harga normal."

    ERWAN HERMAWAN

    Topik Terhangat
    Banjir Jakarta | Buku SBY vs Anas | Banjir Bandang Manado | BBM Akil Mochtar | Anas Ditahan |

    Berita Terpopuler
    Ahok: Kami Bawa Polisi, Mereka Bawa Golok
    Jokowi Jawab Amien Rais: Saya yang Penting Kerja
    Rumah Makan Ini Sibuk Bagi Nasi Bungkus Gratis
    Ahok Ingin Pengungsi Korban Banjir Ada di Asrama Haji
    APBD DKI Lambat, Aksi Jokowi Melambat

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.