Pemerintah Siapkan 4.800 Rusun untuk Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi banjir yang menggenangi jalan Jatinegara Barat, Jakarta, (30/1). Selain untuk melihat secara langsung, banyak warga memanfaatkan peristiwa tersebut menjadikan rekreasi keluarga. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga melintasi banjir yang menggenangi jalan Jatinegara Barat, Jakarta, (30/1). Selain untuk melihat secara langsung, banyak warga memanfaatkan peristiwa tersebut menjadikan rekreasi keluarga. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta: Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat menyiapkan 4.800 unit rusun untuk warga bantaran Ciliwung. Rencananya, jika tak ada halangan, ke-4.800 unit itu siap tahun depan.

    "Membangun rusun nggak mungkin setahun selesai. Tahun ini bangun fisik, tahun depan mungkin baru selesai," ujar anggota Tim Ahli Pembanguan Rumah Susun Kementerian Perumahan Rakyat, Didi Haryadi, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 1 Februari 2014

    Didi mengatakan, ke-4.800 unit rusun itu berasal dari Rusun Pasar Rumput, Jakarta Pusat dan Rusun Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Keduanya adalah rusun yang ditujukan untuk warga terprogram, bukan untuk umum.

    Untuk pembangunan Rusun Pasar Rumput, kata Didi, tinggal menunggu selesainmya proses serah terima aset antara PD Pasar Jaya dengan Pemprov DKI Jakarta yang dilanjutkan dengan penyerahan ke Perumahan Rakyat.

    Proses itu, kata Didi, lebih sebagai formalitas. Alasannya, karena peruntukkan Pasar Rumput harus dirubah dahulu dari sebagai pasar menjadi sebagai pasar dan hunian.

    Didi melanjutkan, pembangunan Rusun Pasar Rumput akan memakan biaya kurang lebih Rp 900 miliar yang dianggarkan dari APBN 2014. Adapun lama pengerjaan kurang lebih 1,5 tahun.

    "Rusun Pasar Rumput akan terdiri atas dua tower yang diintegrasikan menjadi satu tower, 24 lantai, dan 100 unit tiap lantainya. Tambahannya, tiga lantai di bawah untuk pasar," ujar Didi melengakapi.

    Sementara itu, untuk Pasar Minggu, Didi mengatakan rusun di sana belum bisa dimulai pembangunannya. Alasannya, karena belum ditentukan lahan mana yang bisa dipakai untuk pembangunan rusun,

    Didi berkata, di Pasar Minggu, ada tiga lahan memanjang yang bisa dipakai untuk rusun. Lahan itu masing-masing milik Dinas UKM, Dinas Perhubungan, dan PD Pasar Jaya.

    "Nah, bangun di lahan pasar atau di lahan terminal, belum ada keputusan tetap dari Pemprov DKI Jakarta. Jadi, kami masih menunggu," ujar Didi.

    Meski pembangunan rusun Pasar Minggu belum bisa dimulai, Didi berkata proses desain engineering rusun itu sudah dimulai. Sejauh ini, secara konsep, tak jauh beda dengan Pasar Rumput.

    "Sama-sama memiliki 2.400 unit, 24 lantai. Tapi, desainnya tiga tower terpisah, bukan sambung seperti Pasar Rumput,"ujar Didi melengkapi.

    Ditanyai berapa besar biaya pembangunan rusun Pasar Minggu kira-kira, Didi menjawab kurang lebih sama dengan Rusun Pasar Rumput, Rp 900 miliar.

    ISTMAN MP

    Berita terpopuler
    Beda Hibah Jokowi dan Fauzi Bowo ke Jabodetabek
    Sebelum Tewas, Korban Awan Panas Sinabung Berfoto
    Jokowi 'Corat-coret' Direksi PT Transjakarta 
    Murry Wafat Koes Plus Tersisa Yon dan Yok Koeswoyo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.