Ahok Curiga Ada Korupsi Miliaran di Sampah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tukang asongan mendorong gerobaknya saat melintas di tempat penampungan sampah sementara (TPS) Tebet, Jakarta, (04/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang tukang asongan mendorong gerobaknya saat melintas di tempat penampungan sampah sementara (TPS) Tebet, Jakarta, (04/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencurigai penanganan sampah di DKI Jakarta rawan permainan. Kecurigaan tersebut didasarkan pada tidak transparannya pengawasan terhadap kinerja lembaga yang menangani sampah baik swasta maupun Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

    "Saya curiga ada korupsi miliaran. Ini manajemen sampah mencurigakan," ujar Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 4 Februari 2014.

    Ahok mencium kerawanan tersebut saat pengajuan pengadaan 200 unit truk sampah baru oleh  Dinas Kebersihan ke Badan Pembangunan Daerah ditolak DPRD DKI Jakarta. Padahal, Dinas Kebersihan bisa langsung mengajukan pengadaan truk sampah ke DPRD tanpa melalui Bappeda.

    "Kata DPRD, pengadaan itu ditolak karena Dinas Kebersihan mengajukan pengadaan itu ke Bappeda. Padahal, itu bisa dilakukan langsung. Ini siapa yang main. Kepala Dinas, Bappeda atau DPRD," kata Ahok. (baca: Penyebab Anggaran Truk Sampah Jokowi-Ahok Mentok)

    Ahok juga menemukan sejumlah masalah lain dalam pengelolaan sampah di Jakarta. Selama ini pengelolaan sampah diserahkan ke swasta, tetapi menggunakan fasilitas Pemprov DKI, terutama dalam penggunaan truk.

    Ahok menduga tak semua perusahaan swasta memenuhi kontrak kerjanya sehingga truk Dinas Kebersihan terpaksa mengangkut sampah. Ini terlihat dari laporan soal banyaknya camat dan lurah yang diprotes warga karena tak segera mengangkut sampah di wilayahnya. Padahal, wilayah camat atau lurah  yang diprotes itu merupakan tanggung jawab pihak swasta. (baca:Jokowi: Jakarta Kekurangan Truk Sampah)

    "Ini laporannya enggak jelas. Kalau gitu kenapa enggak kita saja yang sewa ke swasta. Jelas enggak ada beban pemeliharaan kendaraan. Masyarakat enggak protes sampah numpuk bau busuk ke saya," kata Ahok. (baca:Puluhan Kubik Sampah Menumpuk di Kampung Pulo)

    Ahok mengatakan saat ini dia sedang mengaudit jumlah dan honor petugas kebersihan. Dia bakal meyoroti kesesuaian antara jumlah petugas kebersihan di daftar dan di lapangan. Dia juga akan meninjau pemasangan CCTV di Bantar Gebang dan aktivitas truk Dinas Kebersihan beserta kelengkapan administrasinya.

    ISTMAN MP

    Berita lain:
    Meski Jokowi Sidak, Aparatnya Belum Kapok Juga
    Pengakuan Edo, Pembunuh Feby Lorita  
    Agnes Monica Dikontrak Label Musik Internasional  
    Sony dan Lenovo Bentuk Aliansi Bisnis
    Tikus di Masa Depan Akan Sebesar Domba


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.