Jokowi Akan Cek 'Busway Baru tapi Bekas'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas saat melintasi bus TransJakarta gandeng bekas dari Cina di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (4/12). Pemerintah DKI menambah armada TransJakarta untuk menunjang transportasi masal dan operasi busway di semua koridor. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Seorang petugas saat melintasi bus TransJakarta gandeng bekas dari Cina di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (4/12). Pemerintah DKI menambah armada TransJakarta untuk menunjang transportasi masal dan operasi busway di semua koridor. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan bakal mengecek kondisi bus Transjakarta yang dikabarkan rusak. "Hari ini tanya ke Inspektorat, nanti akan disampaikan ke saya," kata dia di Balai Kota DKI, Senin, 10 Februari 2014.

    Menurut Jokowi, sampai sekarang laporan soal kerusakan bus belum sampai ke dia. Jokowi hanya berjanji mengecek kondisi bus hari ini. "Saya mau cek bersama tim penerimaan barang. Saya suruh cek semua."

    Jokowi menyatakan, jika ada temuan bus rusak, harus ada pihak yang bertanggung jawab. Menurut dia, pihak yang semestinya bertanggung jawab terhadap kerusakan bus baru adalah Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono. "Sudah jelas, dong," katanya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membeli bus Transjakarta baru dari Cina. Targetnya ada 700-an bus baru, baik gandeng maupun sedang, yang beroperasi. Saat ini baru ada 90 unit bus Transjakarta gandeng yang beroperasi. Namun, sebagian ternyata tak bisa dioperasikan. Bus-bus baru tersebut rupanya langsung bermasalah. Penelusuran Tempo soal kondisi busway baru, fanbelt-nya mudah putus, AC sering mati atau bocor, mesin sering terlalu panas, beberapa bagian vital, seperti aki, turbo, dan radiator berkarat.

    Tidak hanya itu, kekuatan ban kurang sehingga mudah kempes, tabung apar untuk mesin meledak sendiri padahal tidak ada kebakaran, kompresor berjamur, pintu macet. Belum lagi indikator bahan bakar mati, pelek berkarat, pemasangan sambungan bus gandeng atau harmonika tidak presisi, mesin susah dinyalakan, dan sir pendingin mesin bocor.

    ATMI PERTIWI

    Berita terkait
    Lowongan Supir Transjakarta, Ini Syaratnya
    Transjakarta Buka Lowongan 1.500 Sopir
    Video: Tinjau Bus Baru, Jokowi dan Hatta Rajasa Naik Bus Transjakarta
    Masih Pincang di Jalur Bus Khusus
    Gas Tak Dibayar, Busway Terancam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.