Bagaimana Sepasang Kekasih itu Membunuh Ade Sara?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ade Sara Angelina Suroto. Facebook.com

    Ade Sara Angelina Suroto. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Bekasi Kota (Polresta) berhasil menangkap dua pelaku yang diduga membunuh mahasiswi Universitas Bunda Mulia, Ade Sara Angelina Suroto, 19 tahun. Mereka adalah Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifah Anggraini, 19 tahun, sepasang kekasih. Belakangan diketahui ketiganya adalah alumnus SMA 36 Jakarta Timur. (Baca: Diduga Bunuh Ade Sara, Pasangan Ini Bercuit Sebelum Ditangkap dan Terduga Pembunuh Ade Sara Sepasang Kekasih)

    Kepala Polresta Bekasi Kota Komisaris Besar Priyo Widiyanto mengatakan terduga Hafitd beberapa kali menghubungi Ade Sara dan mengajak bertemu. Namun, permintaan tersebut tidak digubris oleh Ade Sara.

    Karena diabaikan, terduga Hafitd meminta Assyifah, yang juga kekasihnya, untuk janjian dengan Ade Sara di daerah Gondangdia pada Selasa, 4 Maret 2014. Saat itu Ade Sara hendak les. "Korban juga sempat mengirim pesan singkat ke temannya bahwa mau ketemuan dengan pacar mantannya," ujar Priyo.

    Tak jauh dari situ, Hafitd telah menunggu. Ade Sara dan Assyifah lantas bertemu, lalu tak lama Hafitd datang dengan mobil. Kedua pelaku memaksa korban untuk masuk ke dalam mobil. "Di dalam mobil itulah terjadi penganiayaan dan penyetruman sampai pingsan." (Baca: Diduga, Ade Sara Dibunuh dalam Perjalanan)

    Saat Ade Sara pingsan, pelaku menyumpal mulut korban dengan kertas koran. "Berdasarkan keterangan dokter, penyebab meninggalnya korban dikarenakan koran yang menyumpal di tenggorokan," kata Priyo. (Baca: Habis Nonton Java Jazz, Ade Sara Sempat Pulang)

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Lainnya:
    Disumpal Kertas, Ade Sara Juga Dipukul dan Disetrum
    Diduga, Ade Sara Dibunuh dalam Perjalanan
    Diduga Bunuh Ade Sara, Pasangan Ini Bercuit Sebelum Ditangkap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.