Bertemu Orang Tua Ade Sara, Hafitd Bertingkah Aneh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan wajah tertutup, Ahmad Imam Al Hafitd (19) alias Hafiz tiba di Polda Metro Jaya untuk pelimpahan berkas dari polres Bekasi, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (11/3).  Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Dengan wajah tertutup, Ahmad Imam Al Hafitd (19) alias Hafiz tiba di Polda Metro Jaya untuk pelimpahan berkas dari polres Bekasi, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (11/3). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ade Sara Angelina Suroto, 18 tahun, tewas dibunuh mantan kekasihnya Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun, bersama kekasih Hafitd, Assyifa Ramadhani, 18 tahun, pada 3 Maret 2014. Keduanya mengaku membunuh Ade Sara karena sakit hati.

    Orang tua Ade Sara, Suroto dan Elisabeth Diana ingin bertemu dengan Hafitd dan Assyifa untuk menanyakan langsung penyebab mereka membunuh anak satu-satunya. "Saya pengen nanyakan kenapa melakukan itu?," kata Ibu Ade Sara, Elisabeth saat ditemui di rumahnya, Kamis malam, 13 Maret 2014.

    Namun, orang tua Ade Sara harus bersabar bertemu kedua pelaku. "Katanya sekarang sudah di Polda, jadi sulit kalau mau ketemu," ujarnya. Untuk itu, keduanya memilih bertemu di pengadilan. "Mungkin nanti kalau sudah di pengadilan mau ketemu dan nanya itu," kata Elisabeth.

    Elisabeth mengaku terakhir ketemu Hafitd pada 6 Maret 2014, sebelum Hafitd ditangkap polisi. Saat itu Hafitd datang melayat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tempat Ade Sara disemayamkan. "Dia (Hafitd) sempat salaman sama saya, tapi enggak ngomong apa-apa," ujarnya.

    Elisabeth baru sadar kalau Hafitd jadi pendiam dengannya. "Setelah saya ingat-ingat, kok tumben dia enggak ngomong, padahal dulu waktu pacaran sama Sara, pernah dekat dengan saya," ujarnya. Namun, Elisabeth tiddak mengetahui pasti kapan Hafitd ditangkap. "Saya malah taunya dari media, kalau dia ditangkap sempat kaget tapi ya saya berusaha memaafkan."

    Hafitd dan Assyifa ditangkap penyidik Polresta Bekasi Kota, pada Kamis, 6 Maret 2014, saat mereka melayat jenazah Ade Sara di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Mereka membunuh Ade Sara dengan cara menyumpal koran ke mulutnya hingga tidak bisa bernapas. Selain itu, mereka juga sempat menganiaya dan menyetrum korban sebelum akhirnya pingsan dan meningal dunia.

    Mayat mahasiswi Universitas Bunda Mulia itu, kemudian mereka buang di Jalan Tol Bintara Kilometer 41, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Rabu dinihari, 5 Maret 2014. Mayat Ade Sara kemudian ditemukan oleh petugas jalan tol.

    AFRILIA SURYANIS

    Topik terhangat:
    Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi Capres, IHSG Terbang Tinggi
    Ahok Dukung Jokowi Jadi Capres
    Jokowi Capres, Warga Semeru: Satria Pingit Datang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.