Kapolda Baru Akan Kaji Percepatan Program

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irjen Pol Dwi Priyatno (kanan) dan Irjen Pol Putut Eko Bayuseno (kiri) membaca sumpah pada acara sertijab Kapolda Metro Jaya di Mabes Polri, Jakarta, (18/3). ANTARA/Muhammad Adimaja

    Irjen Pol Dwi Priyatno (kanan) dan Irjen Pol Putut Eko Bayuseno (kiri) membaca sumpah pada acara sertijab Kapolda Metro Jaya di Mabes Polri, Jakarta, (18/3). ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Dwi Priyatno menilai program kerja lama lembaga yang dia pimpin saat ini masih relevan dengan situasi dan kondisi Ibu Kota. "Hanya perlu kajian untuk mengevaluasi mana yang perlu percepatan," kata Dwi di gedung utama Polda Metro Jaya dalam acara pisah-sambut Kapolda Metro Jaya pada Selasa, 18 Maret 2014.

    Dwi mengaku tidak menyiapkan visi dan misi baru untuk menggantikan posisi Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno, yang kini menjabat Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri, tersebut. "Sudah jelas rencana dan program unggulan yang telah disiapkan Kapolda sebelumnya," kata Dwi.

    Dwi mengaku tidak memiliki ide baru untuk menyelesaikan kompleksnya masalah yang ada di Jakarta Raya. "Misalnya untuk kemacetan, memang bukan hanya tugas polisi," kata Dwi.
    Terkait dengan kasus-kasus yang ditangani Polda Metro Jaya, Dwi mengatakan kasus apa pun akan ditangani selama belum kedaluwarsa. "Meski anggaran dari pemerintah tidak mencukupi jumlah kasus yang ditangani," katanya.

    Dwi berharap ketertiban dapat tercipta dengan peran serta masyarakat. "Diharapkan masyarakat dapat turut disiplin agar petugas dapat menjalankan tugasnya dengan baik," kata Dwi. (Baca: Hari Ini, Irjen Dwi Prayitno Jabat Kapolda Metro)

    ISMI DAMAYANTI



    Berita Lainnya:
    Jokowi Koreksi Menteri Chatib Soal PAD DKI
    Jokowi Ajak Lawan Politiknya Adu Gagasan  
    Surat Curhat Putri Pilot Malaysia Airlines


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.