Demi Konstitusi, Ahok Cuek Disebut Galak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan keterangan kepada wartawan terkait majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi maju sebagai calon Presiden pada pemilu 2014 di Balaikota, Jakarta Pusat, Jakarta (14/3). Dalam keterangannya Ahok menyatakan siap menggantikan posisi Gubernur dan mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden dari partai PDI-P. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan keterangan kepada wartawan terkait majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi maju sebagai calon Presiden pada pemilu 2014 di Balaikota, Jakarta Pusat, Jakarta (14/3). Dalam keterangannya Ahok menyatakan siap menggantikan posisi Gubernur dan mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden dari partai PDI-P. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak mau ambil pusing terhadap komentar segelintir warga yang menganggap dirinya tidak ramah. Menurut dia, jika nantinya dia menjabat Gubernur DKI menggantikan Joko Widodo, dia masih akan taat terhadap konstitusi.

    "Ya, enggak apa, nanti kalau saya mencalonkan lagi, enggak usah pilih tahun 2017," kata Ahok--sapaan Basuki--di Balai Kota pada Senin, 24 Maret 2014. "Kalau sekarang yang enggak suka, ya, cuek saja." (Baca: Ahok Klaim Tak Tergoda Kursi Istana dan Ahok Optimistis Gerindra Raup 20 Persen Suara)

    Sebelumnya, warga Cipinang Muara, Jakarta Timur, menilai Ahok kurang ramah dalam memimpin Jakarta jika menggantikan Joko Widodo nanti. Mereka juga menggelar unjuk rasa agar Jokowi mengurungkan niatnya menjadi capres dan fokus benahi Jakarta sampai lima tahun ke depan. (Baca: Ridwan: Jokowi Harusnya Nyapres di Pasar Klewer dan Daster dan Jilbab, Simbol Penolakan untuk Jokowi)

    Menurut Ahok, keinginan segelintir orang yang tidak suka dengannya tidak bisa langsung dituruti. "Kalau hanya ada seratus orang bilang enggak suka, terus turun jabatan gitu. Kalau begitu, bisa menurunkan SBY hanya dengan seribu orang, dong."

    Selain itu, Ahok juga mengatakan tidak takut jika kelompok yang membencinya menggabungkan diri untuk menjegalnya. Malah Ahok mengatakan, "Bisa jadi buat seleksi, tuh, seleksi pertandingan terbuka." (Baca:Terima Award Demokrasi, Ahok Malah Ingat Jokowi)

    REZA ADITYA

    Berita Lainnya: 
    Ahok Optimistis Gerindra Raup 20 Persen Suara  
    Siapa Wakil Presiden Ideal Buat Jokowi?   
    FOTO : Prabowo dan Kudanya saat Kampanye Terbuka di GBK
    Ridwan: Jokowi Harusnya Nyapres di Pasar Klewer


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.