Jokowi Ditawari Ide Metro Kapsul, Ini Konsepnya...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menerima pemaparan Konsorsium Metro Kapsul terkait dengan moda transportasi massal metro kapsul. Dalam pemaparan tersebut, Konsorsium Metro Kapsul menawarkan investasi metro kapsul yang disebut lebih murah dan handal dari monorel.

    Ide metro kapsul yang ditawarkan ke Jokowi ini muncul dari konsep kendaraan sejenis Metro Mini yang diangkat ke atas (elevated). Metro Mini dikenal sebagai transportasi umum yang murah bagi masyarakat. Metro kapsul merupakan pengambangannya berupa bus yang memiliki jalur sendiri dan dijalankan menggunakan sinyal alias otomatis.

    Perwakilan Konsorsium Metro Kapsul, Djoni Rosadi, mengatakan nilai investasi metro kapsul Rp 114 miliar per kilometer. "Biaya investasinya murah dengan kapasitas lebih banyak," katanya di Balai Kota, Senin, 24 Maret 2014. (Baca: Jakarta Bandingkan Monorel dengan Metro Kapsul)

    Keunggulan lainnya, menurut Djoni, adalah satu metro kapsul dapat mengangkut 19.000 penumpang setiap jam. "Kapasitas lebih besar dari monorel yang bisa mengangkut 16.000 orang per jam," ujarnya.

    Metro kapsul ini, kata Djoni, memiliki jalur sendiri yang diangkat ke atas (elevated), sehingga tak akan menambah kemacetan di jalan raya. "Dimensinya pun kecil, sehingga tak perlu pembebasan lahan," kata dia. Tiangnya pun, menurut dia, tidak akan bersinggungan dengan monorel.



    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Lainnya:
    Polisi Imbau Tempat Hiburan Awasi Pengunjung
    Hujan Ringan Bakal Guyur Jakarta  
    Warga Keberatan Kenaikan NJOP
    Jokowi Siapkan Lelang Tiga Koridor Busway  
    Kisah Bocah 7 Tahun Mengamen Dikutip Setoran  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.