Mengenal Karakteristik Ranjau Paku

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang relawan tim sapu bersih (Tim Saber) menunjukan hasil sapu bersih  ranjau-ranjau paku dengan menggunakan magnet yang bertebaran di Jalan Panjaitan By Pass, Jakarta, (26/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang relawan tim sapu bersih (Tim Saber) menunjukan hasil sapu bersih ranjau-ranjau paku dengan menggunakan magnet yang bertebaran di Jalan Panjaitan By Pass, Jakarta, (26/03). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ban kendaraan yang kempis mendadak memang mengesalkan. Selain harus keluar tenaga untuk mendorong kendaraan, kita juga harus mengeluarkan uang untuk memperbaiki ban yang bocor tersebut. "Bisa dibilang, mayoritas kasus ban bocor di wilayah Jakarta ini disebabkan ranjau paku," ujar Abdul Rohim, 45 tahun, koordinator relawan penyapu ranjau paku Saber atau Sapu Bersih, saat ditemui di Cawang, Jakarta Timur, Rabu, 26 Maret 2014.

    Dari pengalaman Rohim selama hampir lima tahun menyapu ranjau paku dari jalanan Ibu Kota, ada berbagai jenis ranjau paku yang kerap ditemukan. "Dari jenis-jenisnya, terlihat memang ranjau itu sengaja dibuat dan disebarkan untuk mencelakai pengguna jalan," kata dia sembari memperlihatkan sejumlah jenis paku.

    Pada umumnya, Rohim menjelaskan, ada dua jenis ranjau yang biasa ditebar. Yakni paku dan potongan besi jari-jari payung. Untuk paku, panjangnya berkisar dari 2-5 sentimeter. Semakin panjang paku, semakin besar daya rusaknya terhadap ban kendaraan, kata dia. "Paku sepanjang 5 sentimeter bisa membuat ban langsung kehabisan angin." Adapun ranjau paku yang lebih panjang, akan merusak ban kendaraan hingga ban dalam. Akibatnya, ban dalam bisa langsung pecah, dan harus diganti.

    Ranjau paku juga ada yang berbentuk lurus dan dibentuk seperti huruf L. "Kalau paku lurus biasa, terinjak kendaraan yang berjalan pelan enggak apa-apa, tapi kalau kecepatannya lebih dari 40 kilometer per jam, bisa menusuk ban." Menurut Rohim, ranjau paku berbentuk leter L-lah yang paling berbahaya karena mudah menancap pada ban meski kendaraan berjalan pelan."

    Rohim mengatakan, sedangkan ranjau yang terbuat dari potongan besi jari-jari payung daya rusaknya paling tinggi terhadap ban. Jika ban motor atau mobil menginjak ranjau jenis ini, maka ban luar akan sobek dan ban dalam akan koyak sehingga sulit ditambal. "Panjang besi payung ini biasanya 5 sentimeter, dan ditebar di jalan yang lalu lintasnya sepi, jadi kendaraan bisa melaju cepat, agar efektif merusak ban."



    PRAGA UTAMA

    Topik terhangat:
    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    MH370 Turun dari Ketinggian karena Ada Lubang?
    Di Rumah Gus Dur, Jokowi Sempat Bantu Angkat Kursi 
    Puing MH370 Ada di Celah Gunung Api Bawah Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.