Bima Arya Dikira Caleg yang Sedang Kukurusukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima Arya Sugiarto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Bima Arya Sugiarto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bogor - Sehari setelah dilantik sebagai Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto melakukan kukurusukan atau blusukan ke Pasar Gembrong, Sukasari, Bogor Timur. Namun sebagian pedagang tidak mengetahui bahwa Bima adalah pemimpin baru meraka.

    Bahkan, meski sedang masa tenang, beberapa menduga politikus Partai Amanat Nasional itu adalah calon legislator yang tengah mencari simpati masyarakat sebelum pemilihan umum legislatif besok, Rabu, 9 April.

    Bima hanya mesem-mesem. Barulah setelah dia memperkenalkan diri dan ngobrol dengan para pedagang, mereka sadar bahwa yang melakukan kukurusukan tersebut adalah Wali Kota Bogor. "Oh, ternyata Wali Kota Bogor baru,” kata Yanti, 47 tahun, pedagang di Pasar Gembrong.

    Gaya kukurusukan Bima mengundang simpati karena ada mirip dengan gaya blusukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. "Wah, ada Pak Jokowi yang lagi blusukan," ujar pedagang lain.

    Setelah melihat-lihat kondisi pasar, Bima meminta anak buahnya agar merevitalisasi Pasar Gembrong. "Saya berharap pasar ini dapat dimaksimalkan dan ditata menjadi indah," kata Bima.

    Direktur Utama PD Pasar Pakuan Jaya Ali Yusuf menjelaskan pihaknya akan melakukan revitalisasi Pasar Gembrong seluas 9.000 meter persegi itu dengan anggaran sebesar Rp 47,6 miliar. "Kendalanya adalah ada bangunan Shanglira Plaza yang BOT-nya baru beres tahun 2020," kata Ali.

    M. SIDIK PERMANA

    Terpopuler:
    Anas 'Tabuh Genderang Perang' Lawan SBY 
    4 Spekulasi Jejak MH370 Tak Terpantau Radar TNI 
    Bersaksi untuk Andi Mallarangeng, Adhyaksa Kesal 
    Tunjangan Guru PNS Rp 6 Triliun Cair 9 April 2014
    Kelebihan Pesawat Nirawak Super Drone Buatan TNI AD
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.