Lompat dari Kereta, Pembunuh Juragan Bakso Lolos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Mahfoed Gembong

    TEMPO/Mahfoed Gembong

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi akhirnya menangkap Riki, tersangka pembunuh Suwarno, pemilik warung bakso Rasa Nyaman yang berlokasi di Paku Jaya, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten. Sedangkan Rudi, tersangka lainnya, berhasil kabur. "Melarikan diri dengan cara melompat dari kereta api," kata juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Ahad, 13 April 2014.

    Setelah melakukan pembunuhan, Riki dan Rudi diduga melarikan diri ke Bandar Lampung.  Polisi melacak keduanya lalu berpindah ke sekitar Jalan Raya Bekri, Lampung Tengah, dan berpindah lagi ke Blambangan, Abung Selatan, Lampung Utara. Keduanya kemudian kabur dengan kereta api dari Bandar Lampung menuju Palembang. 

    Polda Metro Jaya yang melacak mereka berkoordinasi dengan penyidik Polres Oku Timur untuk  memeriksa stasiun kereta pemberhentian di Martapura. Polisi hanya bisa menangkap Riki, yang kemudian dibawa ke Polresta Tangerang.

    Suwarno, 40 tahun, juragan bakso "Rasa Nyaman" ditemukan tewas di dalam lemari pendingin pada 11 April 2014. Riki, 18 tahun, dan Rudi, pegawai Suwarni yang tinggal di warung tersebut, tidak berada di lokasi ketika adik Suwarno menemukan jenazah kakaknya.  

    Berdasarkan pemeriksaan sementara, Riki nekat membunuh bosnya karena kesal lantaran korban menjalin hubungan dengan ibunya. "Pelaku kesal, karena ibunya masih memiliki suami yang sakit keras di Palembang," ujar Rikwanto. (Baca:Bunuh Selingkuhan Ibu, Anak Masukkan Korban ke Kulkas)

    Dengan dibantu Rudi, Riki memukul kepala Suwarni dengan balok kayu. Setelah Suwarno diketahui meninggal, mereka menyembunyikan jasadnya di dalam kotak pendingin es, tempat mereka meletakkan bakso, daging, dan bahan baku lainnya.

    AFRILIA SURYANIS

    Terpopuler Metro:

    Bunuh Selingkuhan Ibu, Anak Masukkan Korban ke Kulkas
    Paket Soal Ujian Nasional Depok Disterilkan
    Perampokan Rumah Farah Quinn, Polisi Periksa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.