Ibu Korban Pelecehan di TK JIS: Anakku Pahlawan!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas keamanan memeriksa kendaraan di sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta, Selasa (15/4). Seorang siswa taman kanak-kanak JIS menjadi korban pelecehan pedofilia oleh dua petugas kebersihan di sekolah itu. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah petugas keamanan memeriksa kendaraan di sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta, Selasa (15/4). Seorang siswa taman kanak-kanak JIS menjadi korban pelecehan pedofilia oleh dua petugas kebersihan di sekolah itu. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu siswa korban pencabulan di TK JIS mengalami stres atas kasus yang menimpa anaknya. Meski begitu, dia menganggap anaknya sebagai pahlawan. Pengakuan itu terkuak ke publik setelah artis Wulan Guritno mem-posting pesan BlackBerry Messenger ibu korban ke akun Instagram milik Wulan pada Rabu, 16 April 2014. 

    "Thank you with all your support my friends, sorry ya aku enggak bisa bicara/balas sms/telepon kalian. Aku masih enggak siap bicara, aku masih stres," tulis ibu korban. Dia pun bercerita bahwa kasus yang dialami anaknya telah diketahui sejak 21 Maret 2014 lalu. Dia lantas menuntut keadilan ke pihak JIS. (Baca: Trik Membujuk Korban Pelecehan TK JIS)

    Harapan itu tak ditanggapi pihak JIS. Dia pun bicara ke publik karena tidak tahan lagi. "Dan ingat, anakku adalah pahlawan," kata ibu korban. Sebab, sang anak berani bicara kepadanya sehingga kasus itu terungkap. "Akhirnya anak-anak lain yang mengalami masalah yang sama dengan dia, sudah mulai bicara," kata ibu korban.

    Ibu korban menilai apa yang dialami anaknya sebagai jalan Tuhan. "Anakku dipakai/diizinkan Tuhan mengalami hal ini untuk mengungkap kebejatan gang fedofilia yang selama ini ditutup-tutupi hanya untuk menjaga nama baik sekolah," kata ibu korban.

    Sebelumnya, seorang siswa TK JIS diduga menjadi korban pencabulan oleh dua petugas kebersihan di sekolah itu. Ibu korban mengatakan putranya berusia lima tahun itu berkali-kali dicabuli pelaku. "Saya mulai mencium gelagat aneh pada anak saya, seperti lebih pendiam, berat badannya turun, dan suka mengigau setiap tidur sejak Februari lalu. Diduga anak saya sudah disiksa dan dilecehkan sejak Februari," ujar perempuan itu, Senin, 14 April 2014.

    Ketika dikonfirmasi, ibu korban membenarkan telah menyebarkan pesan berantai itu kepada sejumlah teman dan kerabatnya. "Benar, saya yang menyebarkan pesan itu," kata ibu korban kepada Tempo, Jumat, 18 April 2014. (Baca pula: Ibu Anak TK Korban Pelecehan Yakin Ada Korban Lain

    MUHAMMAD AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.