Sukamiskin Razia Mendadak, Sendok pun Disita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrian warga binaan menunggu masuk ke TPS di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (9/4). Sejumlah narapidana kasus korupsi antusias untuk ikut mencoblos pada Pemilu Legislatif yang dilaksanakan didalam Lapas. TEMPO/Prima Mulia

    Antrian warga binaan menunggu masuk ke TPS di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (9/4). Sejumlah narapidana kasus korupsi antusias untuk ikut mencoblos pada Pemilu Legislatif yang dilaksanakan didalam Lapas. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Petugas gabungan lembaga pemasyarakatan dan polisi merazia 472 kamar narapidana dan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 19 April 2014. Lusinan telepon seluler, senjata tajam dan tumpul, uang jutaan rupiah, serta barang terlarang lainnya disita.

    Razia digelar mulai sekitar pukul 06.30 dengan melibatkan 85 petugas yang dipimpin kepala penjara Giri Purbadi. Seusai apel persiapan, para petugas menyebar ke empat blok. Mereka mengetok tiap pintu kamar para penghuni lapas yang sebagian masih tidur.

    Hasil razia digelar di atas meja di halaman dalam penjara. Petugas menemukan selusin ponsel berikut charger, pisau dapur dan cukur, gunting, sendok, garpu, palu, cermin kecil, rantai, dan sebotol kecil wine (minuman anggur beralkohol). Disita pula duit pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu senilai lebih dari Rp 5 juta.

    Seorang petugas menghancurkan satu demi satu ponsel hasil sitaan. "Handphone dihancurkan supaya warga binaan tahu bahwa barang bukti tak dipakai petugas," ujar Ibnu. "Uang diamankan dan masuk register." (Baca: Ribuan Ponsel Hasil Sitaan dari Lapas Dimusnahkan)

    Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Ibnu Chuldun mengatakan, dari 472 kamar yang digeledah, 323 di antaranya dihuni tahanan dan narapidana perkara korupsi. "Targetnya handphone dan barang terlarang lainnya, termasuk barang berbahaya," katanya di sela-sela razia. (Baca: Rusuh LP Labuhan Ruku, Polres Medan Gelar Razia)

    Ibnu membantah razia digelar untuk mengantisipasi keributan di antara narapidana seperti yang terjadi di Lapas Pemuda Tangerang kemarin. "Ini razia rutin." Adapun Giri Purbadi membantah razia ini berkaitan dengan keributan antara koruptor M. Nazaruddin dan narapidana lain seusai salat Jumat kemarin. "Saya enggak mendapat laporan itu dari petugas, berarti memang tidak ada," ujar Giri.

    Saat razia digelar, Tempo menyaksikan sejumlah koruptor masih asyik di dalam kamar masing-masing. Mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada, misalnya, masih mengenakan baju tidur batik ketika petugas datang menggeledah kamarnya di lantai atas blok Timur. "Saya baru bangun tidur," ujarnya sambil duduk di atas dipan.

    Koruptor duit pajak, Gayus Tambunan, mengaku tengah membaca koran lawas di atas dipan saat petugas mengetok pintu kamarnya. "Jam segini kan biasa saya olahraga, lah," ujarnya. (Baca: Motif Kunjungan Priyo ke Sukamiskin Akan Diusut)

    ERICK P. HARDI

    Topik terhangat:
    Pelecehan Siswa JIS | Pemilu 2014 | Jokowi | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Dikonfirmasi Soal Nepotisme, Gubernur Ucapkan Kata Kotor
    Kamis Putih, Paus Fransiskus Basuh Kaki Pria Muslim
    Hotman Paris: Pengamanan JIS Setara Istana Presiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.