Jadwal KRL Dipastikan Tepat Waktu, Asalkan...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana padat penumpang KRL Commuterline di stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (3/6). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Suasana padat penumpang KRL Commuterline di stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (3/6). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -- Direktur PT KAI Commuter Jabodetabek Tri Handoyo mengatakan jadwal keberangkatan kereta Commuterline atau Kereta Rel Listrik bisa tepat waktu, tetapi dengan syarat. "Jangan sampai bentrok dengan kereta antar-kota," kata Tri kepada Tempo, Senin, 16 Juni 2014.

    Selama rel kereta listrik dipakai bersamaan dengan kereta antar-kota, menurut Tri, perjalanan KRL tak akan pernah bisa tepat waktu. "Selama track (rel) digunakan bersama antara KRL dan kereta antar kota, selama itu ketepatan waktu akan sulit dipenuhi," ujar Tri.

    Dia mencontohkan pada penggunaan rel kereta di negara lain, KRL diberikan jalur rel khusus sehingga tidak mengganggu jadwal keberangkatan. "Idealnya KRL memiliki jalur sendiri. Jadi, harus disediakan jalur yang 100 persen untuk KRL," katanya.

    "KRL berhenti di setiap stasiun, sedangkan kereta antar kota hanya berhenti di beberapa stasiun saja. Dampaknya adalah ketepatan waktu KRL sulit diharapkan selama rel dipakai bersama," ujar Tri menambahkan.

    Tri juga menyatakan pemerintah sempat berencana membangun double track dari Bekasi hingga Manggarai. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan pembuatan double track tersebut dapat direalisasikan. "Kalau sudah double track, KRL akan punya jalur sendiri dan kereta antar kota punya jalur sendiri. Barulah bisa kita harapkan ketepatan waktu KRL," ujarnya.

    Ia juga mengatakan PT KCJ mengharapkan peran pemerintah untuk segera membangun jalur double track demi kelancaran jadwal keberangkatan KRL. "Kita berdoa saja semoga pemerintah yang baru bisa segera merealisasikan double track untuk perlintasan kereta," ujar Tri sambil berseloroh.

    Menurut Tri, pada 2009 KAI memiliki 400 KRL untuk melayani pengguna moda transportasi ini. Akan tetapi, saat ini PT KCJ telah memiliki kurang lebih 800 kereta yang melayani perjalanan di seluruh Jabodetabek. Ia juga mengatakan jumlah penumpang KRL tahun ini telah melonjak dua kali lipat jika dibandingkan pada 2009. Jika sebelumnya melayani 300 ribu transaksi per hari, sekarang menjadi 600 ribu transaksi per hari.

    NURIMAN JAYABUANA

    Terpopuler:
    Putra Prabowo Mengaku Tak Pernah Dikritik Ayahnya
    Manning: Sejak Awal Publik Dibohongi soal Irak
    Jokowi Dianggap Terlalu Banyak Mengulang KJP-KJS
    Sony Xperia M2, Ponsel Hiburan Bergaya Premium


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.