Kurikulum 2013, Netizen Dunia Maya Ikut Ribut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Twitter. REUTERS/Kacper Pempel/Files

    Ilustrasi Twitter. REUTERS/Kacper Pempel/Files

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontroversi Kurikulum 2013 menjadi perbincangan hangat di dunia maya. "Terdapat lebih 15.503 percakapan tentang Kurikulum 2013," ujar Direktur Eksekutif Politicawave Yose Rizal kepada Tempo, Jumat, 15 Agustus 2014.

    Pantauan Politicawave, percakapan berlangsung dalam waktu 6-14 Agustus 2014. "Penolakan netizen seputar kesiapan sarana prasarana dan penambahan waktu belajar di sekolah," ujar Yose. Adapun netizen merupakan sebutan pengguna Internet. Sebagian besar membicarakan ketersediaan buku, bahan ajar sistem kurikulum, dan berkurangnya waktu untuk aktivitas pribadi dan sosial.

    Protes netizen sampai menjadi perbincangan panas di kaskus.co.id pada 14 Agustus 2014. "Pulang sekolah semakin lama," ujar kaskuser romyalfarezy di dalam topik "Seluk Beluk Kurikulum 2013".

    Politicawave juga mencatat reaksi netizen meningkat setelah Wakil Gubernur Basuki Tjahja Purnama mengeluarkan pernyataan soal Kurikulum 2013. (Baca: Ahok Tak Sepakat Penerapan Kurikulum 2013)

    "Kurikulum 2013 bikin stress," cuit ahmadkhalilgibr, 12 Agustus 2014 lalu. (Baca: Kurikulum 2013: Murid Bingung Belajar Apa) Imbas banyaknya penolakan tersebut, Kurikulum 2013 sempat menjadi trending topic alias topik paling panas di Twitter pada 7 Agustus 2014 lalu. Pantauan Tempo, hingga kini masih banyak yang berkicau soal #kurikulum2013. "Kami manusia bukan robot," cuit elvita_fr pada 15 Agustus 2014. (Baca juga: Untung-Rugi Jam Belajar Kurikulum 2013 Versi FSGI)

    ANDI RUSLI

    Berita Lainnya:

    2015, Masuk Monas Pakai Uang Elektronik
    Polisi Curiga Jurnalis Prancis dan Australia Mata-mata
    Gubernur Aceh Tagih Janji SBY
    Tragis, Ibu Bayi Tewas Tertimbun Longsor di Bogor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.