Polwan Cantik Menyamar Jadi Korban Trafficking

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bripda Yovita Riandhini, melakukan siaran di Gedung National Traffic Management Center (NTMC) Korlantas Polri, Jakarta, 19 September 2014. Acara yang menggunakan Polisi-polisi cantik itu guna menarik perhatian masyarakat atas informasi lalulintas. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Bripda Yovita Riandhini, melakukan siaran di Gedung National Traffic Management Center (NTMC) Korlantas Polri, Jakarta, 19 September 2014. Acara yang menggunakan Polisi-polisi cantik itu guna menarik perhatian masyarakat atas informasi lalulintas. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa menyangka di balik wajahnya yang cantik, perempuan 28 tahun ini adalah mantan reserse di Polresta Sukabumi pada 2010. Dia pernah terlibat dalam pengungkapan kasus human trafficking dengan menyamar sebagai anak SMA. (Baca: Polwan Cantik Pantang Geer-an)

    Bersama puluhan perempuan desa yang dijanjikan pekerjaan di luar negeri, dia ditampung di sebuah rumah. Penyamaran lulusan sekolah polwan pada 2004 ini sempurna. Tak ada yang tahu bahwa dia adalah polwan. (Baca: Sosok Misterius di Balik Make Over Polwan Cantik)

    "Rambut saya panjang dan berpenampilan lusuh, namanya juga undercover," kata Brigadir Herlina Swandy, seorang polwan cantik yang kerap nongol di layar televisi, ini sambil tersenyum. (Baca: Kunci Seleksi Polwan Cantik, 'Mata Kamera')

    Dalam penyamaran itu, badan Herlina dipasangi berbagai alat penyadap. Rongga kupingnya dipasangi alat kecil untuk mendengar perintah operasi. Dua hari penyamaran di rumah itu sempat membuatnya ketakutan. (Baca: Dari CCTV, Lahirlah Polwan Cantik)

    "Deg-degan banget, takut ketahuan. Apalagi saya sering minta izin ke toilet untuk komunikasi secara sembunyi-sembunyi," kata Herlina seperti dikutip dari Koran Tempo edisi Minggu, 21 September 2014. Syukurlah, pengungkapan kasus itu sukses. Puluhan perempuan berhasil diselamatkan dan sindikat perdagangan manusia itu berhasil dibongkar.

    Penugasan Herlina berlanjut. Setelah di Polresta Sukabumi, dia ditugaskan ke Polres Subang, masih sebagai reserse. Namun belakangan, keseharian Herlina berubah dari dunia penyamaran ke dunia terang. (Baca juga: Kisah Program Polwan Cantik Jadi Pembawa Acara)

    Sejak 2013, dia diperbantukan di Korlantas Polri kemudian menjadi polwan presenter mulai Agustus 2014. Herlina kerap menghiasi layar kaca membawakan program informasi lalu lintas di salah satu televisi swasta.

    AMIRULLAH

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD | IIMS 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.