Selasa, 23 Oktober 2018

Razia Pedagang Hewan Kurban, Satpol PP Terluka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedagang hewan kurban terlibat bentrok dengan petugas satpol pp yang ingin melakukan penertiban lapak hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 30 September 2014. Mereka  menolak pembongkaran lapak mereka di sepanjang trotoar. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah pedagang hewan kurban terlibat bentrok dengan petugas satpol pp yang ingin melakukan penertiban lapak hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 30 September 2014. Mereka menolak pembongkaran lapak mereka di sepanjang trotoar. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Penertiban pedagang hewan kurban di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berakhir ricuh. Ratusan orang yang terdiri atas pedagang dan warga melempari Satpol PP dengan batu dan botol minuman. Akibatnya, salah satu petugas Satpol PP terluka di bagian kuping kanannya. "Massa melempar terus, tapi kami tidak melakukan perlawanan," ujar Kepala Seksi Operasional Satpol PP Jakarta Pusat Maruli Sijabat, Selasa, 30 September 2014. (Lihat: Pedagang Tolak Larangan Jual Kurban di Tanah Abang)

    Saat penertiban berlangsung, massa terlihat memblokade jalan di depan Jalan Kebon Pala. Mereka menolak lapak hewan kurban dipindahkan ke tempat penampungan di Jalan Tenaga Listrik (Tenlis). Alasannya, pedagang sudah menjual hewan kurban di tempat itu pada tahun-tahun sebelumnya.  

    Camat Tanah Abang Hidayatullah mengatakan di antara massa ada yang membawa senjata tajam dan bambu. "Kekuatan kami sedikit, jadi kami tidak lawan. Kami tidak berani ambil risiko karena ini juga soal rakyat," katanya. 

    Untuk menghindari jatuhnya korban, Hidayatullah memilih menarik anak buahnya dan menunda penertiban. Dia berencana menempuh proses hukum dengan melaporkan kejadian itu ke kepolisian. "Ini bisa kami laporkan, paling tidak mereka ditahan tiga hari," ujarnya.

    Menurut Hidayatullah, sejak awal, pemerintah telah menyampaikan berita larangan menjual hewan kurban di Jalan KH Mas Mansyur. Larangan itu sesuai dengan Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2014 tanggal 17 Juli 2014. "Saya dan pedagang sudah bertemu berulang kali, tapi mereka tetap tidak mau. Saya tahu ini budaya, tapi untuk penampungan yang lebih bagus apa salahnya?" tutur Hidayatullah. (Baca: Jual-Beli Hewan Kurban Dilarang di Tanah Abang)

    PUTRI ADITYOWATI

    Berita lain:
    Koalisi Merah Putih Targetkan Revisi UU KPK

    SBY Mau Batalkan UU Pilkada, Mahfud: Itu Sia-sia 

    Tak Penuhi Kuorum, UU Pilkada Tak Sah

    Saran Yusril ke Jokowi Dianggap Jebakan Batman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.