Selasa, 13 November 2018

Ahok Ingin Bubarkan FPI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Front Pembela Islam (FPI) dan Front Betawi Bersatu (FBB) melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, 24 September 2014. Demo ini adalah aksi Menolak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Subekti

    Massa Front Pembela Islam (FPI) dan Front Betawi Bersatu (FBB) melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, 24 September 2014. Demo ini adalah aksi Menolak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana membubarkan organisasi kemasyarakatan yang bertindak anarkistis saat melakukan unjuk rasa. Rencana ini berkaitan dengan kericuhan yang terjadi saat Front Pembela Islam menggelar demonstrasi menentang Ahok menjadi Gubernur Jakarta menggantikan Joko Widodo. (Baca: Kenapa FPI dan FBR Menolak Ahok?)

    "Prinsip saya, semua ormas yang berlaku anarkistis dan ingin mengubah undang-undang dan Pancasila harus dibubarkan," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin, 6 Oktober 2014.

    Ahok mengatakan tugas pertama yang harus diselesaikan kepolisian yakni menemukan dalang intelektual yang membuat massa bertindak anarkistis dalam unjuk rasa pada Jumat, 3 Oktober 2014. Dalam insiden itu, massa FPI melempari halaman gedung DPRD DKI Jakarta dengan batu. Pelemparan itu menyebabkan enam polisi terluka dan kerusakan pada beberapa kendaraan anggota DPRD. (Baca: FPI Demo Tolak Ahok, Empat Polisi Terluka)

    Meski begitu, Ahok mengakui pembubaran FPI bukan perkara mudah. Alasannya, FPI bukan organisasi resmi dan tak berizin. "Mereka tak berizin. Kami sedang mencari caranya," ujar Ahok.

    Ahok mengatakan berorganisasi merupakan hak setiap warga negara. Masyarakat juga dilindungi oleh undang-undang dalam menyuarakan pendapat mengenai berbagai hal. Namun, menurut dia, FPI menyalahi undang-undang dengan berlaku anarkistis saat berdemonstrasi. Mantan Bupati Belitung Timur itu menyerahkan penyelesaian kasus tersebut kepada kepolisian.

    Ia membantah pernyataan Ketua Umum FPI Muchsin Alatas bahwa kerusuhan itu terjadi lantaran ada provokasi yang dilakukan oleh anak buahnya. Ahok mengatakan bongkahan batu dan kotoran sapi menjadi bukti kuat bahwa kerusuhan tersebut direncanakan oleh FPI. "Bagaimana bisa ada batu dan kotoran sapi di Jalan Kebon Sirih?"

    Adapun Muchsin belum bisa dimintai tanggapan ihwal rencana Ahok membubarkan organisasinya.

    LINDA HAIRANI | REZA ADITYA

    Berita Terpopuler:
    JK Bantah Mega Tidak Mau Bertemu SBY
    Investor Tunggu Sikap Politik Megawati 
    Rupiah Jeblok bila Koalisi Prabowo Kuasai MPR 
    Soal Pilkada DPRD, Gubernur PDIP Ini Lapor PBB  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.