Bogor Hujan Deras, Jakarta Siaga IV Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debit air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Bogor, terus meningkat menyusul hujan sepanjang hari pada Rabu (9/1). TEMPO/Arihta Surbakti

    Debit air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Bogor, terus meningkat menyusul hujan sepanjang hari pada Rabu (9/1). TEMPO/Arihta Surbakti

    TEMPO.CO, Bogor - Hujan dengan intensitas di atas rata-rata yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya terutama di kawasan Puncak, mengakibatkan ketinggian air Sungai Ciliwung mengalami peningkatan dan terpantau mencapai 80 sentimeter pada papan mercu Bendung Katulampa, Kota Bogor, atau status siaga IV banjir untuk Jakarta.

    Kepala Pengawas Bendung Katulampa, Andi Sudirman, mengatakan hujan deras yang terjadi merata di wilayah Bogor, Senin, 10 November 2014, sejak pukul 15.40 WIB hingga malam, mengakibatkan debet air Ciliwung meningkat. "Ketinggian air terpantau mengalami peningkatan sejak pukul 17.00 WIB sekitar 50 sentimeter, karena hujan deras terus mengguyur kawasan Puncak, akhirnya ketinggian air di mercu Bendung Katulampa kembali mengalami peningkatan hingga 80 sentimeter pada pukul 19.00 WIB," kata dia.

    Padahal, ungkap Andi, ketinggian air pada Senin pagi, terpantau hanya 10 sentimeter, siang harinya 30 sentimeter dan naik secara drastis menjadi 50 sentimeter dan mencapai 80 sentimeter atau siaga IV banjir Jakarta, "Ketinggian air ini yang mencapai 80 sentimeter dengan volume air sebanyak 90.046 liter/detik yang meluncur ke Jakarta ini merupakan tertinggi dalam kurun dua pekan terakhir," kata dia.

    Andi mengatakan hingga pukul 20.00 WIB wilayah Bogor dan Puncak masih diguyur hujan dengan intensitas sedang, sehingga ketinggian air di Bendung Katulampa masih berpotensi bertambah. Pasalnya dari pantauan pos pengendalian di Megamendung, ketinggian air bertahan di 125 sentimeter. "Bila hujan masih menguyur kawasan Puncak (hulu) dapat menyebabkan bertambahnya ketinggian air Sungai Ciliwung," kata dia.

    Lebih lanjut, Andi mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan penjaga pintu air di kawasan puncak dan di Depok untuk terus memantau kenaikan volume air di aliran Sungai Ciliwung.

    Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga Dedi Sucahyono mengatakan berdasarkan perkiraan dan pemantauan cuaca yang dilakukan oleh pihaknya, tingginya curah hujan yang terjadi dalam kurun dua pekan terakhir diakibatkan peralihan iklim dari musim kemarau ke musim penghujan, "Ada perbedaan tekanan dan suhu udara yang dapat mengakibatkan kondisi cuaca ekstrim bukan hanya curah hujan yang cukup tinggi akan tetapi tiupan angin yang tinggi dan kilatan petir yang cukup tinggi pula," katanya.

    M. SIDIK PERMANA


    Berita Terpopuler:
    'Penculik Bung Karno' Jadi Pahlawan Nasional
    Apakah Jokowi Pidato Bahasa Inggris di Forum Dunia?
    Bertemu Obama, Jokowi Berbahasa Indonesia
    FPI Akan Buat DPRD Tandingan di DKI Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.