Apa Motivasi Ancaman Bom ke VoA Indonesia?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • kylgraffiti.deviantart.com

    kylgraffiti.deviantart.com

    TEMPO.CO , Jakarta: Pemimpin Redaksi Voice of America (VOA) Indonesia, Frans Padak Demon, tak paham dengan motivasi ancaman bom yang dialamatkan kepada kantornya pada Sabtu pagi ini, 10 Januari 2015. "Karena kami tak menyudutkan siapa pun," kata Frans Padak, melalui sambungan telepon, Sabtu.

    Ancaman ini disampaikan lewat komentar di sebuah berita yang diunggah di laman Facebook VOA Indonesia. (baca: Kantor VoA di Jakarta Diteror Bom)

    Frans tak mau menduga-duga pihak yang melontarkan ancaman. Pun mengaitkan ancaman ini dengan peristiwa teror yang terjadi di Prancis, beberapa waktu lalu, meski kometar bernada ancaman itu terdapat dalam berita terkait teror di Prancis. "Pengancam tak mengatasnamakan kelompok tertentu," kata Frans.

    Menurut Frans, ancaman teror tersebut ditulis di Facebook VOA Indonesia dalam komentar di tautan berita soal teror di Prancis. Berita yang dikomentari tersebut berisi pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia soal terror. “Berita kami pun berimbang,” kata Frans.

    Frans menolak memerinci alamat akun pengancam dengan alasan tengah penyidikan kepolisian. Namun, kata Frans, akun pengancam tersebut jelas-jelas terlihat mengutarakan kebenciannya.

    Sebelumnya, Kepolisian Sektor Setiabudi menyatakan kantor berita Voice of America (VoA) di Kuningan, Jakarta Selatan, sudah dalam kondisi aman. Tim gegana sudah melakukan penyisiran dan tidak ditemukan bahan peledak. (Baca juga: Diancam Bom Polisi Sebut VoA di Jakarta Aman)

    ARIE FIRDAUS

    Berita lain:
    Teror di Paris, Al-Qaeda Klaim Bertanggung Jawab 

    Lumba-lumba Albino Langka Terlihat di Florida

    Jokowi Jawab Laporan Ahok Soal Monorel




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.